Home MotoGP Mungkinkah Rossi akan Kembali ke Honda?

    Mungkinkah Rossi akan Kembali ke Honda?

    SHARE
    Mungkinkah Rossi akan Kembali ke Honda?
    Mungkinkah Rossi akan Kembali ke Honda?

    Sejak keluar dari Honda dan berkiprah bersama Yamaha mulai tahun 2004 silam, pembalap bernomor #46 tersebut merasa ingin mengakhiri karirnya bersama Yamaha. Tahun demi tahun dilalui, Rossi merasa nyaman tinggal di Yamaha. The Doctor membuat Yamaha menjadi pabrikan yang cukup disegani di MotoGP setelah hampir 12 tahun tidak merasakan gelar juara dunia. Otomatis penjualan sepeda motor Yamaha meningkat tajam di seluruh dunia dengan #46 sebagai Ikonnya.

    Namun, ketika Jorge Lorenzo bergabung dengan Yamaha sejak 2008 lalu, segalanya mulai berubah. Aturan sekat pembatas di squad pabrikan Yamaha mulai diterapkan antara kubu Tim Rossi dan Lorenzo. Alasannya sederhana, Rossi tidak menginginkan jika kubu Tim Lorenzo mencuri data-data berharga tentang setting YZR-M1 dari kubu Tim Rossi yang dikepalai oleh Jeremy Burgess. Itulah awal dari semuanya ketika The Doctor merasa tidak cocok dengan Lorenzo.

    Pada tahun 2010, Yamaha benar-benar memilih Lorenzo daripada Valentino Rossi untuk meneruskan misi pabrikan di ajang balap kelas premier MotoGP. Terbukti, Yamaha tidak mengijinkan Rossi untuk menguji coba suspensi depan baru pada pertengahan musim 2010. Dilain sisi, ada rumor yang mengatakan bahwa suspensi depan baru tersebut pada awalnya merupakan masukan dari Rossi kepada Yamaha agar YZR-M1 bisa lebih stabil. Hal itulah yang akhirnya membuat Rossi dan Burgess geram dan memutuskan untuk keluar dari Yamaha.

    Lalu, mungkinkah Rossi kembali ke Yamaha? Atau, bahkan dia akan kembali ke Honda? Jika menengok sejarah ketika #46 di Honda, Rossi merasa sakit hati karena perlakuan Honda kepadanya (Otobiografi – What if I Had Never Tried it). Rossi menganggap bahwa Honda tidak memperlakukan pembalapnya dengan baik dan Honda hanya percaya bahwa RC211V-lah yang berperan penting dalam meraih gelar juara dunia. Jadi, bagi Honda pembalap tidak memiliki arti penting diatas motor (menurut Rossi). Namun, Honda juga merasa sakit hati atas kata-kata pembalap bernomor #46 tersebut.

    Yamaha YZR-M1 2005
    Yamaha YZR-M1 2005

    Tentunya sangat wajar jika Rossi memutuskan untuk menolak perpanjangan kontrak dengan Repsol Honda dan bergabung ke Yamaha pada akhir tahun 2003. Secara mengejutkan, pembalap bernomor #46 mengubah Yamaha menjadi pabrikan yang menakutkan di MotoGP. Rossi bersama Jeremy burgess, seluruh kru mekanik dan Koichi Tsuji (pemimpin proyek YZR-M1) mulai bereksperimen untuk mengubah YZR-M1 menjadi motor yang sangat kompetitif di MotoGP. Dan hasilnya luar biasa, YZR-M1 benar-benar menjadi motor yang diperhitungkan di MotoGP.

    Namun, sekarang Rossi berada di Ducati dengan motor yang masih jauh dari kata kompetitif, terhitung sampai seri Silverstone kemarin. Rossi akan memutuskan tentang masa depannya setelah seri Laguna Seca nanti dan ini adalah hal yang cukup krusial bagi Vale, apakah dia akan terus bersama Ducati atau berpindah ke pabrikan lain. Jika Ducati tidak mampu memberikan Rossi motor yang kompetitif sampai seri Laguna Seca nanti, mungkin dia akan benar-benar pindah ke lain hati. Mungkinkah dia kembali ke Honda atau bahkan ke Yamaha?

    Valentino Rossi berjabat tangan dengan manajer tim Repsol Honda Shoji Tachikawa setelah mengumumkan bahwa dia akan meninggalkan Honda pada akhir tahun 2003. Juga didampingi oleh Carlo Fiorani (HRC Sporting Director).
    Valentino Rossi berjabat tangan dengan manajer tim Repsol Honda Shoji Tachikawa setelah mengumumkan bahwa dia akan meninggalkan Honda pada akhir tahun 2003. Juga didampingi oleh Carlo Fiorani (HRC Sporting Director).

    Nah, jika Rossi, Jeremy Burgess dan seluruh kru mekaniknya benar-benar menerima tawaran dari Honda untuk menggantikan Casey Stoner di Tim pabrikan, tentunya sikap Honda telah berubah 180 derajat, tidak sekaku dulu dan tidak hanya mengagung-agungkan motornya tapi juga menghargai peran pembalapnya. Tentu saja, itu perubahan yang luar biasa dari Honda.

    Lantas mengapa beberapa waktu lalu Nakamoto mengatakan jika Honda bisa menerima Rossi hanya di Tim Satelit? Mungkinkah itu hanya sebuah lelucon dari Nakamoto? Dimana dia sendiri mengetahui bahwa Rossi adalah pembalap bertalenta tinggi. Dan apakah mungkin pembalap bertalenta tinggi harus membalap di Tim Satelit? Tentu saja tidak demikian, hanya waktu yang bisa membuktikan.

    Sejak Nakamoto menjabat sebagai HRC Vice President pada tahun 2009 lalu, Honda Racing benar-benar berubah. Mantan Senior Technical Director Tim Honda Racing F1 tersebut berniat untuk mengubah HRC menjadi tim yang tangguh seperti dulu.

    Bahkan, para petinggi Honda Jepang tidak ada yang menolak ketika Nakamoto berniat untuk memboyong Casey Stoner dan Livio Suppo dari Ducati untuk bergabung ke Repsol Honda. Dan sekarang jika Nakamoto berniat untuk untuk memboyong kembali Rossi, Burgess dan seluruh kru mekaniknya dari Ducati, mungkinkah para petinggi Honda Jepang akan menolaknya?

    Lihat Lebih Banyak Foto:

    [fbphotos id=278982882188609]

    KOMENTAR