Perubahan Regulasi MotoGP 2016: Mulai Dari Jatah 7 Mesin, Software Open Class...

    Perubahan Regulasi MotoGP 2016: Mulai Dari Jatah 7 Mesin, Software Open Class Hingga Sistem Konsesi Poin

    SHARE

    Honda RC213V MarquezMESINBALAP.com – Demi memanaskan persaingan di kelas MotoGP maka tak jarang regulasi teknis terus berubah seiring berjalannya waktu. Walaupun terkadang perubahan regulasi MotoGP justru terkesan konyol, ya begitulah kitab sakti MotoGP.

    Bertempat di Losail Qatar 27 Maret kemarin, komisi Grand Prix MotoGP melakukan rapat penting yang tujuannya untuk membahas perubahan regulasi MotoGP. Banyak sekali perubahan untuk regulasi teknis, seperti jatah 7 mesin per musim, penggunaan software ECU Open Class untuk tim pabrikan hingga diterapkannya sistem konsesi baru.

    Nah mulai 2016 mendatang perubahan regulasi ini resmi diberlakukan, berikut ini detail perubahannya:

    Regulasi Teknis:

    – Jumlah mesin yang boleh digunakan dalam satu musim hingga 20 balapaan adalah tujuh mesin, dengan spesifikasi dibekukan.
    – Berat motor minimum adalah 157 kg.
    – Kapasitas tangki bahan bakar maksimum adalah 22 liter.

    Mengenai software ECU tunggal yang akan digunakan pada musim 2016:

    Elektronik Ducati GP14

    a). Software tunggal 2016 akan didasarkan pada versi saat ini yakni software ECU Open Class (versi 2015).

    b). Mulai 1 Juli 2015 hingga akhir musim 2016, jika ada perubahan software tunggal yang diminta secara bulat oleh Ducati, Honda dan Yamaha, maka penyelenggara MotoGP harus melakukan modifikasi tetapi biaya ditanggung masing-masing pabrikan.

    c). Sebaliknya, selama periode yang sama seperti di atas, jika penyelenggara MotoGP ingin membuat perubahan terhadap software tunggal, maka perubahan ini harus disetujui secara bulat oleh Ducati, Honda dan Yamaha. Jika ketiga pabrikan tersebut tidak menyetujuinya, maka penyelenggara MotoGP tidak diijinkan memperbarui software tunggal.

    Sistem Konsesi Poin – Kelas MotoGP

    MotoGP Losail Qatar

    Semua konsesi yang diberikan kepada pabrikan MotoGP yang belum memenangkan balapan dalam kondisi kering pada tahun 2013, 2014 atau 2015 akan terus berlaku. Namun kriteria dalam hal kehilangan konsesi telah didefinisikan ulang dan akan didasarkan pada “Konsesi Poin” dengan perhitungan sebagai berikut:

    Podium pertama: 3 poin konsesi
    Podium kedua: 2 poin konsesi
    Podium ketiga: 1 poin konsesi

    Berikut Efeknya:

    Losail Qatar FP

    – Pada musim 2015 pabrikan yang mengoleksi tiga poin konsesi dalam balapan kering harus segera mengurangi kapasitas tangki bahan bakarnya dari 24 liter menjadi 22 liter. (Catatan: Soal kriteria kehilangan konsesi dalam hal penggunaan ban Open class dan pengujian masih tetap sama, yakni menang di tiga balapan dalam kondisi kering).

    – Pada musim 2016 pabrikan yang mengoleksi enam poin konsesi dalam kondisi kering atau basah akan segera kehilangan hak pengujian dengan test rider yang dikontrak dan akan kehilangan semua konsesi mulai musim berikutnya.

    Namun, terhitung sejak musim 2016, setiap pabrikan yang tidak mendapatkan poin konsesi (berarti tidak podium sama sekali) akan mendapatkan keuntungan dari paket lengkap konsesi di musim berikutnya.

    KOMENTAR