Jelang MotoGP Austin 2015: Laverty Kejar Perbaikan Penampilan di Texas

    Jelang MotoGP Austin 2015: Laverty Kejar Perbaikan Penampilan di Texas

    SHARE
    Eugene Laverty - Aspar Honda
    Eugene Laverty – Aspar Honda

    MESINBALAP.com – Eugene Laverty tertinggal di race Qatar namun rider Irlandia tersebut bertekad untuk memperbaiki penampilannya di GP Amerika di Texas minggu depan. Tahun ini merupakan debut perdana Laverty di kelas para raja.

    Jika menilai dari pace yang ia miliki saat free practice dan kualifikasi, terlihat bahwa ia seperti akan memiliki konsistensi yang baik saat balapan dan mungkin akan mampu tampil berkesan di Open class.

    Itu kalau saja dia tak mendapati masalah elektronik seperti yang telah terjadi pada motornya. Masalah itu membuat kuda besinya tersebut kehilangan arah dan ia seperti menunggangi motor yang tak mengenali lokasi balapan dan tak peduli tikungan macam apa yang ia lalui.

    “Sangat sedikit sekali hal yang bisa kulakukan untuk memperbaiki hal itu sejak awal. Itu adalah race yang sangat buruk,” ungkap Laverty selepas balapan. “Ada yang tidak beres dengan elektroniknya – motorku kehilangan arah – jadi semuanya sudah kacau sejak awal!”

    “Itu hanyalah penderitaan yang berlangsung selama 23 lap dan bukan debut MotoGP yang bagus setelah sepanjang akhir pekan tanpa melakukan kesalahan. Dengan motor yang tak mengetahui di negara mana dia sedang berada, aku hanya bisa menderita seperti itu.”

    Eugene Laverty, MotoGP Qatar 2015
    Eugene Laverty, MotoGP Qatar 2015

    Laverty akhirnya finish di urutan 18, delapan detik dibelakang rekan setimnya Nicky Hayden. Masalah serupa juga menimpa Jack Miller di sesi kualifikasi.

    Sepertinya itu adalah problem yang perlu dicek oleh Honda, mengingat motor Open class sudah banyak berubah sepanjang 12 bulan terakhir dengan mesin yang jauh lebih kuat. Penjelasan singkat betapa sulitnya race yang dijalani Laverty di MotoGP Qatar lalu:

    “Kita harus mencari tahu kenapa motornya jadi begini, di beberapa tampat ketika ia menyangka dirinya masih berjalan di gear satu, ternyata ia sedang berada di gear empat. Sehingga kami keluar menuju lintasan lurus tanpa daya dorong, harus geser singkat ke gear lima. Rasanya seperti memiliki rem tangan di mobil! Pengereman mesin juga terlambat – tak ada yang berfungsi. Itu sangat sulit karena setiap lap rasanya berbeda.”

    Kini hanya tinggal menanti race di Texas, sirkuit yang baru bagi Laverty. Pembalap Irlandia tersebut mengatakan bahwa itu adalah salah satu putaran yang sangat ia nantikan dengan sirkuit yang terlihat sangat menantang untuk bisa tampil sebaik mungkin.

    KOMENTAR