MotoGP 2015: Ini Alasannya Kenapa Honda Tolak PDKT Stoner

    MotoGP 2015: Ini Alasannya Kenapa Honda Tolak PDKT Stoner

    SHARE
    Casey Stoner, MotoGP Mugello Italia 2012
    Casey Stoner, MotoGP Mugello Italia 2012

    MESINBALAP.com – Pada hari Jumat (10/4), wakil presiden HRC Shuhei Nakamoto dan manajer tim Repsol Honda Livio Suppo menghadiri wawancara dengan sekelompok kecil media MotoGP di Circuit of the Americas.

    Tak mengherankan, pertanyaan pertama yang diajukan wartawan adalah tentang juara dunia dua kali yang telah pensiun, Casey Stoner, yang tertarik untuk menggantikan Dani Pedrosa di race akhir pekan ini, yang pada satu sisi HRC bersikap welcome, namun disisi lain mereka tak ingin melihat penampilan yang mengecewakan.

    “Casey telah mendekati Honda. Casey ingin membantu Dani dan tim,” ungkap Nakamoto mengkonfirmasi kabar bahwa Stoner memang menghubungi Honda untuk dapat peluang race lagi. “Sejujurnya aku sedikit terkejut, tapi aku sangat senang mendengar permintaan ini dari Casey. Kemudian di Jepang sendiri, Kokubu-san (direktur teknologi) dan Yokoyama-san (direktur teknis) bertemu untuk membahas tentang hal ini.”

    “Bagi HRC Casey cukup penting. Dia adalah VIP. Bagi kami, jika Casey balapan lagi di MotoGP, setidaknya dia harus bertarung untuk podium. Ini adalah target kami. Untuk Casey sendiri aku tak ragu bahwa dia sangat sangat cepat! Tapi sebagai penyempurna Casey tetap membutuhkan set-up mesin yang baik. Dalam hal inilah kami tak menemukan kepercayaan diri.”

    Lucio Cecchinello (Kiri) & Shuhei Nakamoto (Kanan), MotoGP Austin 2015
    Lucio Cecchinello (Kiri) & Shuhei Nakamoto (Kanan), MotoGP Austin 2015

    “Karena untuk kepala kru, Cristian (Gabbarini) sedang bekerja dengan Jack Miller sekarang, jadi kami tak mungkin meminta dia untuk bergabung kembali dengan Casey. Ramon (Aurin, kepala kru Pedrosa) adalah seorang engineer yang baik, tapi dia tak pernah bekerja dengan Casey. Bahkan Christian sendiri terkadang harus berusaha keras untuk menemukan set-up yang baik dan yang benar untuk Casey. Ini berarti bahwa orang baru adalah tanda tanya besar bagi kami, akankah dia mampu untuk menemukan set-up yang baik atau tidak.”

    “Sekali lagi, prioritas kami adalah bahwa aku tak ingin melihat Casey bertarung (hanya) untuk posisi kelima atau keenam. Prioritas kami adalah Casey harus bertarung untuk setidaknya podium. Aku tak bisa menemukan kepercayaan diri di pihak kami, dari sisi teknis (untuk mewujudkan hal ini).”

    Casey Stoner, MotoGP Motegi Jepang 2012
    Casey Stoner, MotoGP Motegi Jepang 2012

    “Bagiku Casey adalah seperti anak sendiri. Jadi ini (keputusan yang) sangat sulit. Aku mengerti bahwa Casey kecewa karena aku berkali-kali meminta Casey, ‘tolong kembalilah, lakukan wild card’. Seandainya kami punya waktu, setidaknya untuk satu tes saja sebelum dia terjun ke balapan, mungkin kami akan bilang ‘ya’. Tapi kami tak punya waktu untuk melakukan tes.”

    Stoner

    “Banyak penggemar termasuk aku sendiri ingin melihat Casey bertarung lagi, tapi bagiku prioritas utama adalah untuk membuat Casey mampu bertarung memperebutkan podium.”

    Pada Januari lalu di Sepang, Stoner telah mengambil bagian dalam satu tes Honda MotoGP untuk tahun ini, dia berperan sebagai pembalap pengembang HRC. Namun Nakamoto menjelaskan bahwa tes tersebut tidak termasuk pengerjaan set-up untuknya.

    “Tes Sepang adalah untuk menguji bagian-bagian, bukan untuk mencoba set-up mesin. Sebelum Sepang 1 kami telah melakukan uji coba dengan Casey. Lap time-nya cukup bagus. Sekitar 1,5 detik lebih lambat dari record time Casey. Ini adalah kecepatan yang baik mengingat bahwa treknya kotor dan tidak ada engineer disana. Yang ada hanya engineer HRC yang bertugas mengumpulkan data.”

    “Ini menunjukkan bahwa Casey memang sangat cepat, akan tetapi untuk menutupi kekurangan 1,5 detik itu kau memerlukan set-up mesin yang bagus.”

    Casey Stoner, MotoGP Sepang 2012
    Casey Stoner, MotoGP Sepang 2012

    Saat ditanya bagaimana reaksi Stoner mendengar keputusan Honda ini, Suppo berkata, “dia mengirimkan tweet!”

    “Maaf semuanya, tapi aku tak membalap di Circuit of the Americas minggu depan. Sebuah kehormatan kalau saja aku bisa membalap untuk Pedrosa.” #NotMeantToBe (3 April 2015)

    “Mengecewakan, aku tak membalap. Tak ada persiapan yang diperlukan karena aku tak berencana untuk menang, hanya menggantikan posisi seorang teman baik dan bersenang-senang di Texas!:)” (10 April 2015)

    Casey Stoner, MotoGP Malaysia 2012

    Demikianlah kira-kira bunyi tweet Stoner. Intinya juara dunia dua kali itu hanya ingin tampil apa adanya, sedangkan Honda maunya dia harus – minimal – naik podium, malah kalu bisa mungkin Honda akan dorong dia untuk menang.

    Namun tentunya sekarang tak semudah dulu, jika kita melihat saat ini ada Marquez yang sedang berapi-api, Rossi yang ingin menang lagi dan Dovizioso yang ingin mengalahkan keduanya. Disamping itu, kita juga tak bisa lupakan Iannone yang ingin finish di lima besar. Nah, sekarang bayangkan jika Stoner tiba-tiba muncul tanpa persiapan, apa nggak diasepin habis-habisan dia?

    KOMENTAR