MotoGP Argentina 2015: Lorenzo Melempem di FP1-FP2, Ada Apa?

    MotoGP Argentina 2015: Lorenzo Melempem di FP1-FP2, Ada Apa?

    SHARE
    Jorge Lorenzo, FP2 MotoGP Argentina 2015
    Jorge Lorenzo, FP2 MotoGP Argentina 2015

    MESINBALAP.com – Tak banyak yang bisa diperbuat Jorge Lorenzo sejak latihan bebas FP1 hingga FP2 MotoGP di sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina, dini hari tadi. Lorenzo seakan gak berdaya, bisa dibilang melempem banget, bahkan di FP1.

    Kondisi aspal sirkuit Termas masih menjadi perhatian banyak pembalap, begitu juga dengan penggunaan ban extra hard yang tentunya gak bisa bikin laju motor secepat kilat di single lap. Namanya ban keras tentu bisa bikin motor banyak sliding, seperti yang dialami Marquez tadi.

    Ban berkompon lunak hanya dimanfaatkan kang Jorge di akhir sesi saja, selebihnya dia coba ban keras. “Grip (ban) jelas membaik mulai latihan bebas pertama hingga latihan kedua dan saya merasa benar-benar oke dengan ban keras. Kami menggunakan ban lunak untuk meningkatkan catatan waktu menjelang akhir sesi dan kami mampu melakukannya”, cerita Lorenzo dalam rilis Yamaha Racing.

    Catatan waktu Lorenzo memang gak bagus di latihan bebas pembuka Jum’at kemarin, malahan doi terbuang ke posisi 20 dengan GAP +3.944 detik dari Aleix Espargaro yang pakai ban soft. Sedangkan catatan waktunya hanya 1 menit 44.750 detik di FP1.

    “Terlepas dari Alex Espargaro yang menggunakan ekstra ban lunak, kami sangat dekat dengan pembalap lainnya, jadi mari kita lihat besok. Akan ada sedikit perbedaan dibandingkan sesi hari ini tapi harus ada perbaikan positif dan ban belakang harus bisa bertahan lebih lama”, harapnya.

    Lorenzo Latihan GP Argentina

    Perlahan-lahan lap time pembalap Movistar Yamaha ini kian membaik saat memasuki sesi FP2. Lorenzo sanggup meningkatkan catatan waktunya menjadi 1 menit 39.463 detik dan GAP terpangkas menjadi +0.687 detik dari Aleix Espargaro dan hanya 0.029 detik dari Dovi di depannya.

    Jorge mengaku sudah oke dengan ban hard, katanya sih tinggal cari setingan buat ban berkompon lunak. “Saya punya perasaan yang bagus dengan ban keras, sehingga kami juga perlu mencari setup yang bagus untuk ban lunak”, tuturnya.

    KOMENTAR