MotoGP 2015: Dikalahkan Rossi, Marquez Tak Ngambek

    MotoGP 2015: Dikalahkan Rossi, Marquez Tak Ngambek

    SHARE
    Aksi Kejar-Kejaran Marquez & Rossi di MotoGP Argentina 2015
    Aksi Kejar-Kejaran Marquez & Rossi di MotoGP Argentina 2015

    MESINBALAP.com – Marc Marquez tampak tak ngambek meskipun sudah dikalahkan oleh Rossi dengan disapu keluar dari race di lap terakhir MotoGP Argentina. Marc menegaskan bahwa The Doctor masih ‘idola’ baginya, meskipun keduanya sudah duel dengan keras di lintasan.

    Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, kembali melanjutkan kemenangan keduanya musim ini, memperpanjang keunggulannya di puncak klasemen dengan enam poin diatas Andrea Dovizioso. Sedangkan Marquez yang turun ke posisi kelima tertinggal 30 poin di belakang.

    Pembalap Repsol Honda tersebut lebih memilih untuk menjalani race dengan ban belakang keras dan bukan ekstra keras seperti yang digunakan oleh Rossi. Dan meskipun keunggulannya 4,3 detik sudah dihapus oleh juara dunia sembilan kali itu di lap terakhir, Marquez mengatakan bahwa dia bisa saja melawan rider Yamaha tersebut ‘sampai akhir’ (seandainya dia tidak jatuh).

    “Untungnya aku baik-baik saja. Itu hanya sedikit menakutkan pada awalnya karena aku merasa cukup sakit di bagian perutku,” kata Marquez.

    “Ini adalah kejadian yang memalukan, karena kami punya balapan yang bagus. Itu benar-benar menarik, karena pilihan ban kami berbeda dari Valentino, karena aku tahu bahwa aku tak mungkin bisa mengalahkannya dengan compound ban yang (sama) lebih keras.

    Marquez Dikejar Rossi di GP Argentina
    Marquez Dikejar Rossi di GP Argentina

    “Jadi aku mengambil risiko, mendorong di awal dan membuka gap. Strategi itu bekerja dengan baik bagi kami – tapi sangat disayangkan sekali tentang dua lap terakhir. Ketika aku melihat dia mendekat, aku memutuskan untuk menghemat sedikit ban.”

    “Di lap terakhir aku kembali turun ke 1’39 detik dan aku tahu bahwa kami akan berjuang sampai akhir. Tapi ketika dia melewatiku – Kau lihat sendiri di video apa yang terjadi,” tambahnya.

    “Valentino adalah Valentino, dan sulit untuk bisa mengalahkan dia. Aku selalu mengatakan bahwa dia adalah idolaku dan referensiku, sehingga kau selalu belajar sesuatu darinya.”

    “Sekarang aku sudah berpikir tentang Jerez. Aku sudah mengerti apa yang terjadi disini. Jadi di Jerez aku akan melakukan yang terbaik dan mencoba untuk memulihkan poin. Masih banyak race dan apa pun bisa terjadi.”

    KOMENTAR