Menurut Crutchlow MotoGP Kali Ini Berasa Seperti F1

    Menurut Crutchlow MotoGP Kali Ini Berasa Seperti F1

    SHARE
    Cal Crutchlow, MotoGP Argentina 2015
    Cal Crutchlow, MotoGP Argentina 2015

    MESINBALAP.com – Cal Crutchlow sudah merayakan podium MotoGP-nya meskipun baru tiga kali race dengan tim LCR Honda. Ini jelas merupakan raihan besar baginya mengingat dia adalah seorang rider satelit, namun taktik dan skillnya telah membuatnya unggul atas sejumlah rider pabrikan.

    Crutchlow menyambar podium dengan melewati rider penggantinya di Ducati, Andrea Iannone, di tikungan terakhir balapan pada hari Minggu di Argentina, posisi dari kedua pembalap tersebut telah terangkat ketika Marc Marquez terjatuh dalam duel melawan Valentino Rossi di dua lap terakhir.

    Setelah itu Crutchlow, yang menggunakan ban lebih lunak sama seperti Marquez, mengungkapkan bahwa telah terjadi rencana untuk para rider Honda dan bahwa dia telah membalap secara disiplin dengan ‘gaya F1’ untuk membidik target lap time.

    “Kami memutuskan untuk membalap dengan pilihan ban yang lebih lunak dan rencananya adalah untuk selalu membiarkan Marc pergi di awal dan kemudian coba dan kejar dia kembali di saat-saat terakhir. Itulah rencana yang kami miliki dengan tim dan Honda,” ungkap Crutchlow, yang menggenggam posisi kedua di belakang Marquez sejak dari lap kedua hingga ketujuh.

    crutchlow_gpargentina_03

    “Tapi Marc mendorong terlalu keras di awal, menurut pendapatku, dan ia membakar ban-nya. Rencananya adalah aku harus mencatat lap time tertentu. Ada cukup banyak ‘Formula One’ hari ini. Aku punya target waktu yang ingin kucapai pada awal perlombaan dan itu sekitar ‘39,9-‘40,0. Aku pikir siapa pun yang melaju lebih cepat dari itu akan merusak ban-nya.”

    “Marc mendapat sedikit gap di depan, tetapi di lap terakhir aku mencatat waktu ‘39,4. Lap tercepatku dalam race ini. Jadi itu pasti kembali kepadaku. Aku bisa saja mencatat waktu ‘39,0 di awal race dengan mudah. Aku mungkin bisa melakukan itu lima kali berturut-turut. Tapi aku akan mencatatkan ’41 detik di akhir race dan bukan ‘39,4. Itu cukup taktis dalam hal ban.”

    crutchlow_gpargentina_06

    “Valentino dan Yamaha lebih kuat sepanjang akhir pekan dengan ban ekstra keras. Kami tahu bahwa untuk dapat bersaing dengan mereka kami harus menggunakan ban yang lebih lunak karena memasuki tikungan sangatlah penting bagi kami. Jika kami kehilangan grip itu, maka kami akan benar-benar terpuruk dan ban ekstra keras tak pernah berhasil mendapatkan grip – dengan motor kami – sejak awal.”

    crutchlow_gpargentina_04

    “Kami melakukan usaha terbaik yang kami bisa. Aku sedikit kecewa dengan pertengahan lomba karena aku punya sejumlah momen dengan pembalap terdepan dan aku kalah cepat dengan Valentino dan Dovi, tapi aku tahu bahwa pada akhirnya aku akan menjadi kuat. Aku sudah buktikan itu.”

    “Sayangnya Marc jatuh dan dia tidak bisa menyelesaikan lomba. Jadi kami diuntungkan karena hal itu dan berhasil mengambil podium, tapi pada akhirnya kami telah melakukan pekerjaan yang baik sepanjang akhir pekan. Jadi aku merasa senang untuk tim CWM LCR Honda. Itu luar biasa untuk mendapatkan podium pertama mereka setelah beberapa tahun. Mereka telah melakukan pekerjaan yang baik untuk mendorong kami ke depan, dan Honda juga telah memberi kami dukungan yang besar.”

    crutchlow_gpargentina_01

    Crutchlow menegaskan bahwa upgrade sasis yang dia terima akhir pekan lalu memainkan peran dalam kesuksesannya.

    “Kami mendapat upgrade motor di Texas untuk membantu kami menjadi lebih dekat dengan pembalap pabrikan. Itu benar-benar sesuai dengan gaya balapku dan itu menguntungkan. Aku tak pernah tampil bagus di Austin karena kami memiliki sebuah masalah. Tapi kami akhirnya telah membayar kekurangan kami dengan tampil baik di akhir pekan ini. ”

    crutchlow_gpargentina_07

    Crutchlow yang selesai di tempat ketujuh di kedua seri sebelumnya, melintasi garis finish hanya berjarak 0,054 detik didepan Iannone dan tertinggal 2,5 detik dari Andrea Dovizioso.

    “Kami berjuang keras sepanjang balapan. Ducati melakukan pekerjaan yang fantastis dengan Dovi yang mampu membalap sangat baik dan juga Iannone. Iannone sulit karena dia suka bertarung. Aku benar-benar menikmatinya dan mereka telah melakukan pekerjaan yang besar musim ini dengan membuat motor mereka menjadi kompetitif di depan.”

    crutchlow_gpargentina_05

    Sementara itu, pemenang race Valentino Rossi melewati garis finish dengan jarak sangat lebar, 8,3 detik dari Crutchlow, yang mengakui: “Tidak ada yang memiliki kecepatan seperti Valentino. Aku tahu sepanjang akhir pekan, melihat grafik lap, dia punya sesuatu yang lebih setelah 15 atau 16 lap race.”

    crutchlow_gpargentina_09

    “Tapi memang Valentino adalah Valentino. Dia luar biasa. Lihatlah usianya, bertahun-tahun dan dia masih punya semangat dan keinginan untuk bertarung. Dia juga melakukan itu di Qatar ketika dia menyambung gap. Dia kuat. Tak ada keraguan tentang hal itu. Dia tampak begitu kuat untuk jadi juara dunia.”

    “Kami memiliki kejuaraan yang besar saat ini. Aku rasa para rider membalap pada level terbaik mereka. Jadi untuk berada di atas, itu bagus, dan itu berkat tim.”

    Crutchlow kini telah mengantongi podium MotoGP dengan tiga mesin berbeda: Yamaha, Ducati dan Honda. Podium di Argentina telah menghantarkannya menuju urutan keenam sebagai rider satelit terkuat di klasemen, dia hanya terpaut dua poin dari juara dunia bertahan, Marc Marquez.

    GALERI FOTO:

    KOMENTAR