Kawasaki Lagi Galau, Katanya Mau Lanjutkan Jualan Ninja 2-Tak

    Kawasaki Lagi Galau, Katanya Mau Lanjutkan Jualan Ninja 2-Tak

    SHARE
    Kawasaki Ninja 150RR SE
    Kawasaki Ninja 150RR SE

    MESINBALAP.com – Dulu kita pernah kasih kabar kalau Kawasaki Motor Indonesia (KMI) bakal menghentikan produksi Ninja 2-tak, ini tidak lain karena masalah regulasi emisi Euro3. Rupanya hal itu cukup membuat Kawasaki pusing atau bisa dibilang galau tingkat dewa.

    Denger-denger penjualan Ninja 2-tak laku keras pada kuartal pertama tahun ini menjelang eksekusi mati pada bulan Juli nanti. Oleh karena itu KMI bikin gagasan baru yaitu melanjutkan penjualan Ninja 2-tak, termasuk Ninja 150RR, Ninja 150S dan Ninja 150R yang saat ini masih berstandar Euro2.

    “Kami maunya lanjut, siapa bilang berhenti. Sekarang posisi antara dilanjutkan atau dihentikan, sudah 70:30 persen, jadi sangat mungkin (dilanjutkan)”, ujar perwakilan Kawasaki kepada Kompas Otomotif.

    Lho pertinyiinnyi… motor itu kan masih Eruro2 bro, apa boleh lanjut jualan?? Ternyata Kawasaki sedang meracik teknologi baru tujuannya biar Hatori 2-tak lolos regulasi Euro3. Ujung-ujungnya kan bisa dijual lagi bro, mayan dapur pun bisa ngebul lagi. hehehe

    “Semua studi sudah dilakukan sejak lama, bahkan kami sudah berhasil membuat kadar Karbondioksida (CO2) sesuai Euro3. Semuanya sudah lolos, cuma tinggal satu hal saja yang masih belum lolos yaitu soal tingkat kebisingan”, beber sang narasumber yang punya nama Michael Chandra Tanadhi.

    Kawasaki Ninja 150RR SE 2

    Jadi tinggal tingkat kebisingan knalpot saja yang perlu diredam dan diperhalus suaranya, maklum saja bro motor 2-tak dimana-mana selalu bikin berisik. Kalo dipakek di jalan memang berisik suaranya tapi ketika turun gelanggang di balap 402 meter entah kenapa suaranya jadi merdu. hehe

    Kabarnya KMI akan mendaftarkan ulang Ninja 2-Tak versi Euro3 bulan Juli nanti ke Kementerian Perindustrian, ya agar bisa dijual lagi bro. “Minimal Juli harus didaftarkan ulang, waktunya beda-beda tiap model. Jadi tunggu saja”, ceritanya. Enggak anak sekolah saja yang harus daftar ulang, motor pun juga gitu. hehe

    KOMENTAR