MotoGP 2015 – Vinales dan Miller: Punya Harapan Berbeda di MotoGP

    MotoGP 2015 – Vinales dan Miller: Punya Harapan Berbeda di MotoGP

    SHARE
    Jack Miller - MotoGP Argentina 2015
    Jack Miller – MotoGP Argentina 2015

    MESINBALAP.com – Masuk di ajang MotoGP adalah sebuah mimpi sekaligus sebuah tantangan. Mengambil langkah menuju kelas Premier dari ajang balap motor Grand Prix tentu bukanlah hal yang mudah, butuh skill level tertinggi, tekad dan kemampuan.

    Maverick Vinales dan Jack Miller telah menjalani tiga balapan di debut musim mereka di MotoGP. Maverick telah naik dari Moto2 dan bergabung dengan Suzuki, sementara Jack melompat langsung dari Moto3 untuk menjadi bagian dari tim LCR Honda CWM.

    Red Bull telah ngobrol-ngobrol dengan kedua rider tersebut untuk melihat bagaimana mereka akan menangani perkembangan mereka di kelas para raja, dan untuk mengetahui bagaimana pengalaman mereka dalam mengelola mesin 1000cc. Berikut inilah petikan wawancara mereka dengan Red Bull:

    *Bagaimana? Apakah kenaikan kelas ini sesuai dengan harapan?

    Maverick Vinales: Kompetisi ini sangat sulit. Aku harus berpacu dengan pembalap paling berbakat dan sukses di dunia. Hal ini tidak mudah, tapi ini cukup seperti apa yang akuharapkan. Aku telah menonton dan memimpikan MotoGP sejak awal. Aku tahu itu akan menjadi pertarungan yang sulit, jadi aku tidak terkejut dengan apa yang aku hadapi.

    Miller ARG

    Jack Miller: Langkah itu, tentu saja, sebesar harapanku – itu adalah lompatan raksasa. Aku menikmatinya, itu memang sesulit yang aku perkirakan, tapi kami mengambil langkah-langkah yang tepat untuk bekerja menuju semakin dekat dan lebih dekat lagi ke depan.

    *Menurutmu apa hal yang paling sulit?

    JM: Hal yang paling sulit adalah mencoba untuk menguasai riding style yang berbeda. Dengan motor ini kau harus benar-benar mengerti sendiri tentang keadaan motor, sedangkan dengan Moto3 kau selalu mencoba untuk masuk dibelakang layar. Di motor MotoGP hal itu tidak penting, kau perlu untuk tahu lebih lanjut dan mencoba untuk menghemat ban.

    Maverick Vinales - MotoGP Argentina 2015
    Maverick Vinales – MotoGP Argentina 2015

    MV: Hal yang paling sulit adalah berurusan dengan elektronik. Ada begitu banyak pilihan dan bahkan perubahan kecil dapat memiliki efek besar pada motor.

    *Apa yang paling mengejutkanmu?

    MV: Mesin. Itu sangat kuat dan mendorong dengan keras.

    JM: Pasti kekuatan rem. Tenaga mesin dan segala hal semacam itu benar-benar menakjubkan. Mencapai lebih dari 300 kilometer perjam adalah langkah besar, tapi yang pasti (mengejutkan adalah) kekuatan rem dan seberapa cepat motor bisa berhenti. Kekuatan ban depan dalam mencengkeram trek saat kau sedang mengerem keras sungguh telah mengejutkan aku. Itulah hal yang benar-benar memerlukan kerja paling dengan kondisi fisikku, latihan untuk dapat mengerem dengan performa maksimal.

    Vinales ARG

    *Apa yang menurutmu menjadi perbedaan terbesar dari musim lalu?

    MV: Mesin-mesin yang sepenuhnya berbeda. Sebuah motor MotoGP adalah sesuatu yang luar biasa dalam segala aspeknya: tenaga mesin, kelincahan, stabilitas, elektronik, set-up yang berbeda serta regulasi. Ini adalah sebuah kondisi dengan seni teknologi engineering, dan kau dapat benar-benar merasakannya ketika kau membalap.

    JM: Soal latihan, kau harus berlatih lebih daripada Moto3. Disamping itu, aku pikir itu lebih kepada gaya hidup. Kau harus banyak sibuk, melakukan hal-hal untuk sponsor dan sebagainya.

    *Siapa yang paling membuatmu terkesan ketika kau sudah meluncur di trek?

    Vinales dan Miller

    JM: Mungkin Marc (Marquez). Karena kami berada diatas motor yang mirip – setidaknya dalam hal sasis – ketika dia menuju tikungan dan kau berada belakangnya, kau pun berpikir, “Tak mungkin mungkin kau akan menghentikan motor!”. Aku mencoba untuk belajar darinya. Kami masih memiliki banyak pembelajaran yang harus dilakukan, tapi dia adalah orang yang seharusnya jadi sumber pembelajaran kami.

    MV: Seperti yang sudah kukatakan, aku menghadapi pembalap paling berbakat di dunia dan aku dapat menemukan banyak hal dari salah seorang diantara mereka untuk dipelajari. Jelas para rider papan atas adalah sumber pembelajaran utama bagiku, tapi tak ada satu pesaing pun yang bisa dianggap remeh.

    KOMENTAR