MotoPrix Jogja 2015: Kerasnya Persaingan di Kelas MP2, Banyak Pembalap Jalan Kaki

    MotoPrix Jogja 2015: Kerasnya Persaingan di Kelas MP2, Banyak Pembalap Jalan Kaki

    SHARE
    Aldhila Eka Dharma
    Aldhila Eka Dharma

    MESINBALAP.com – Mengawali start dari grid terdepan, anak didikan team YMH Yamalube Putra Anugrah FDR NHK KYB SSS Excel “Aldhila Eka Dharma” mampu mempertahankan posisinya sebagai pemegang pole position.

    Di awal lap saja sempat ditempel pembalap lain, selebihnya jadi ketua rombongan. Semakin banyak lap yang dilewati semakin jauh meninggalkan lawannya. Kenceng banget bro lari Jupiter Z1 racikan mekanik Putra Anugrah ini.

    Senenarnya catatan waktu saat di QTT hari Sabtu ada 4 pembalap yang beda tipis. Entah kenapa sewaktu final race hanya Aldhila Eka Darma yang mampu bertahan. Sementara Diaz Kumoro Jati yang mengawali start di urutan kedua di tengah balapan minggir dari arena. Motornya mati mendadak, terpaksa deh doi jalan kaki ke area paddock.

    Syahrul Amin yang di beberapa event sebelumnya selalu naik podium akhirnya menyerah juga. Mungkin kurang doa dari kru dan mekanik. Dari kubu lawan melihat Amin jalan kaki langsung kompak bilang Aaaminnn. hehehehe….

    Kejutan justru datang dari Ardy Satya Sadarma (Yamaha Waloja Kheevalindo) yang berhasil finish di urutan kedua dan pembalap sayap terbang Tomy Salim (HBLT Motul) menyusul di urutan ketiga.

    Ardy Satya Sadarma (Yamaha Waloja Kheevalindo)
    Ardy Satya Sadarma (Yamaha Waloja Kheevalindo)

    Mengunakan motor bergambar tiger dengan harapan laju motornya secepat tiger. Ajun selaku ownernya Tomy turun lansung di tengah sirkuit. Memberi semangat ke anak didiknya. Biar bisa bertahan di garis terdepan.

    Melihat kondisi sirkuit, cukup dengan setingan kompresi 11,8 dan karburator sendiri dipercayakan sama merk TM supaya bahan bakar mengalir deras. Sederas keringat Kaper selaku mekanik team HBLT Motul.

    Tommy Salim (HBLT Motul)
    Tommy Salim (HBLT Motul)

    Diikuti oleh 16 starter hanya separohnya saja yang mampu menyelesaikan balapan. Sisanya didorong sama kru masing-masing. Menandakan kerasnya persainngan, tidak hanya butuh motor kenceng saja, daya tahan motor juga harus dipikirkan. Tragis… (Editor: Bayu)

    KOMENTAR