MotoGP Catalunya 2015: Marquez Mainin Knalpot, Pedrosa Raba-Raba Swing-Arm

    MotoGP Catalunya 2015: Marquez Mainin Knalpot, Pedrosa Raba-Raba Swing-Arm

    SHARE

    Marquez FP2 CatalunyaMESINBALAP.com – Tim Repsol Honda membawa seperangkat knalpot baru di ronde ke-7 MotoGP Catalunya 2015 pekan ini. Tujuannya pastilah untuk menjinakkan power RC213V yang kelewat liar bagi seorang Marc Marquez. Berbanding terbalik sama Suzuki GSX-RR yang justru kurang power.

    Sesuai umpan balik Marquez yang komplain bahwa RC213V terlalu liar saat keluar masuk tikungan, terlebih saat digeber banyak gerak kanan kiri dan gak bisa anteng. Untuk menjinakkannya maka dibawa lah knalpot baru itu.

    “Aku senang karena aku merasa cukup nyaman di atas motor. Kami bekerja dengan berfokus di paruh kedua dari balapan, karena di trek ini ban cepat aus. Tapi itu dialami semua pembalap”, kata Marquez.

    “Kami melakukan serangkaian tes dan tampaknya kami telah memecahkan beberapa masalah yang kami alami. Tapi kami harus terus melanjutkan ini karena aku masih belum merasa oke. Namun, aku pikir kami telah mengambil langkah maju.”

    Selain knalpot, tim MM juga menyeting ulang perangkat elektronik RC213V. Sedangkan Dani Pedrosa bertugas untuk meraba-raba dua swing-arm berbeda. Ya kan cuma itu doank yang boleh diutak-atik sama tim pabrikan MotoGP macam Honda dan Yamaha selama musim balap berlangsung.

    Pedrosa FP2 Catalunya

    “Itu penting, membaik dan semakin mendekat dengan catatan waktu puncak. Lagi pula kami masih punya pekerjaan yang harus dilakukan untuk mempersiapkan paruh kedua dari lomba ketika ban cepat aus”, lanjut MM.

    Buktinya Marquez langsung terkencang di FP1 dengan 1 menit 41.808 detik, lalu melorot satu posisi di FP2 dengan peningkatan catatan waktu menjadi 1 menit 41.443 detik. Begitu juga dengan Pedrosa yang konsisten masuk tiga besar.

    “Aku mengetes dua swing-arm yang berbeda dan kami akan memutuskan mana yang akan digunakan setelah memeriksa data dengan seksama. Karena keduanya memiliki plus dan minus”, timpal Pedrosa dalam rilis HRC.

    KOMENTAR