MotoGP Catalunya 2015: Marquez Bilang Itu Salah Saya, Honda Terlalu Liar

    MotoGP Catalunya 2015: Marquez Bilang Itu Salah Saya, Honda Terlalu Liar

    SHARE

    Marquez Crash MotoGP Catalunya 2015 03MESINBALAP.com – Marc Marquez sudah pasti tersingkir dari perebutan gelar juara dunia MotoGP musim ini. Tiga kali terjatuh pasti lah poinnya hangus dan tidak bisa ditukarkan lagi dengan pulsa. Emangnya poin plus plus? Haha…

    Tragedi ndlosor semalam memang membuat kubu Honda sesak, untunglah ada Pedrosa yang bisa dijadikan pengibur sementara. Ngemeng-ngemeng, si MM memang bersalah, terlalu ngotot bin ngoyo di awal lomba. Alhasil?

    “Aku berusaha memberikan 100% di balapan kandang tapi aku melakukan kesalahan, terlalu banyak memaksakan. Lajuku bagus, aku berusaha menghemat ban di belakang Jorge, tapi aku melakukan kesalahan dan akibatnya aku melebar”, kata Marquez.

    Insiden di lap ke-3 itu tak lain karna Marquez memaksa main late braking. Memang ciri khas MM dari dulu seperti itu, katanya nerapin teknik Supermoto yang bisa diajak ngesot kesana kemari. Didukung pula dengan karakter Honda RC213V yang gampang diajak goyang senggol patah-patah.

    Teknik Supermoto MM "goyang senggol patah-patah"
    Teknik Supermoto MM “goyang senggol patah-patah”

    Sayangnya musim ini goyang senggolnya Honda terlalu berlebihan, akibatnya Marquez yang kerap kena batunya… ehhh krikil. Kata Stoner, RC213V bermasalah bukan karena mesinnya yang terlalu liar tapi justru karena sasis barunya.

    Supermoto MM2

    “Saat aku berada di gravel aku melihat tembok pembatas sangat dekat, jadi aku membungkuk sedikit tapi aku tidak bisa menghentikan laju motor. Aku bisa kembali ke garasi, tapi aku langsung sadar kalau tuas persnelingku rusak”, cerita MM.

    Ban belakang motor Marquez terlihat mengalami sliding tatkala main late braking, pengennya sih masuk tikungan bareng Lorenzo tapi apa daya malah ndlosor. Bahaya kalau tetap dipaksa bisa ditabrak tuhh Lorenzo, bisa finish bareng di gravel. hahaha

    Marquez Crash MotoGP Catalunya 2015 06

    “Ketika aku berada di belakang Lorenzo aku menginjak rem di titik yang sama tapi aku mengalami sliding, membuatku sangat sulit menghentikan motor. Lalu aku melihat Lorenzo di depanku dan aku memutuskan keluar jalur atau melebar”, ungkapnya.

    “Aku melihat bahwa memasuki tikungan bersamaan terlalu berbahaya buat kami berdua, jadi aku memutuskan melebar ke pinggir sirkuit.”

    MORE PHOTO:

    Foto via Crash

    KOMENTAR