Yamaha Sunday Race Seri 2: Joki Muda Berprestasi Terhalang Garis Putih, Gagal...

    Yamaha Sunday Race Seri 2: Joki Muda Berprestasi Terhalang Garis Putih, Gagal Podium Deh

    SHARE

    YSR-2015 R25-COMM 01MESINBALAP.com – Ahmad Nurofik pemuda asal kota Tegal Jawa Tengah tampil memukau di event Yamaha Sunday Race seri kedua Minggu kemarin. Belum banyak orang yang mengenal brother kita yang satu ini.

    Baru pertama kali main di kelas R25 Komunitas B Exhibition. Doi baru saja menyelesaikan pendidikan nya di SMK Islamiyah Adiwerna kota Tegal. Mengambil jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) sudah pastilah pemuda 17 tahun ini paham betul dengan motor.

    Dibesarkan dari keluarga yang kesehariannya bongkar pasang motor orang. Ayahnya punya bengkel motor sendiri maksute nyong. Dari sinilah terlahir calon pembalap masa depan kita.

    Tentunya di bawah naungan Yamaha dong bro. Bakat balap doi sudah terlihat sejak usia belia. Awalnya doi main di dunia garuk tanah bahkan pernah menjadi juara 1 Kejurnas Motocros Kelas Exhibition.

    Untuk event yang diadakan oleh Yamaha doi juga pernah mengikuti SMK Grand Prix tahun lalu dan berhasil masuk 10 besar, ungkap pembalap yang terlihat tenang saat ditanya berbagai media.

    YSR-2015 R25-COMM 02

    Memiliki daya tahan fisik di atas rata-rata pembalap yang turun di kelasnya. Terlihat saat doi mengikuti perlombaan. Sudah terlatih di kerasnya dunia mottocros berdampak positif pada ajang yang sedang digeluti sekarang ini.

    Lari, bersepeda dan berenang adalah hobi yang selalu dilakoni doi. Masih belajar dan akan terus belajar teknik balapan sesuatu yang sudah tertanam dalam di lubuk sanubarinya yang terdalam.

    Untuk jalannya lomba sendiri, wow keren banget bro. Aksi saling salip menyalip antara para pembalap bikin kagum para penonton. Tidak juga ketinggalan aksi menawan pembalap masa depan kita, doi bisa finish di tiga besar.

    YSR-2015 R25-COMM 03

    Tapi masuk tiga besar dengan catatan, maksudnya?? Yup… masuk tiga besar hanya bertahan sesaat saja. Sewaktu balapan doi melakukan kesalahan fatal. Doi masuk di race line terlalu cepat.

    Seharusnya doi baru bisa masuk race line setelah melewati garis putih menjelang R1. Terpaksa deh kena pinalti 10 detik. Gelar yang di depan mata pun jadi milik orang lain. Di klasemen akhir setelah waktunya ditambah finish di urutan keenam.

    KOMENTAR