Modifikasi Suzuki Satria FU150: Kompresi Tinggi Pun Bisa Menang, Tembus 7,6 Detik

    Modifikasi Suzuki Satria FU150: Kompresi Tinggi Pun Bisa Menang, Tembus 7,6 Detik

    SHARE
    Modifikasi Suzuki Satria FU 200 TU (Jogja) - Mengandalkan kompresi tinggi 14:1
    Modifikasi Suzuki Satria FU 200 TU (Jogja) – Mengandalkan kompresi tinggi 14:1

    MESINBALAP.com – Kompresi bukan suatu ukuran buat motor yang sering main di ajang balap Drag Bike. Putaran mesin hanya bekerja di trek sepanjang 201 meter, selebihnya duduk manis di paddock.

    Sudah pastilah putaran atas mesin dapet, katanya demi bisa menaklukan sensor satu titik. Ada banyak cara yang dilakukan kliker, mau kompresi rendah atau tinggi sama saja. Taklukan dulu sensornya, baru joki ngegasss sampai garis finish.

    Sama halnya dengan cerita Satria FU asal Yogyakarta ini yang beberapa waktu lalu berhasil finish terdepan mengandalkan joki asal kota Semarang yakni Eko Sulistyo Chodox. Lap time 7,6 detik berhasil disikat di sirkuit permanent GDS Tirtonirmolo Klaten, Jawa Tengah.

    Sudah bukan hal baru buat motor yang berlivery kuning putih naik podium. Simple Concept Kopi Ole DRC yang kali ini diwakili sama Roby, biasanya Brother Yusron yang pegang kendali di balik kencengnya motor mereka. Kali ini minta diatas namakan Roby, Its ok.

    Menurut penuturan Roby, sengaja menggunakan kompresi tinggi. Dengan resiko nantinya motor akan liar saat start. “Sesuai dengan masukan dari joki. Untuk karakter sirkuit permanent alangkah baiknya menggunakan kompresi tinggi. Pernah menggunakan kompresi rendah tapi hasilnya kurang memuaskan”, ujar Roby.

    Knalpot racikan Dust, Sokbreker Gazi
    Knalpot racikan Dust, Sokbreker Gazi

    “Kem sendiri 270 derajat, tidak begitu lebar yang penting timing pengapian bisa disetel sesuai dengan ledakan pada ruang bakar. Gigi 1 akan terasa ringan, semuanya ada kekurangan dan kelebihannya. Dengan maksud supaya joki nggak kesusahan nekan persneling”, beber sang kliker.

    Untuk ratio giginya sendiri lain kali baru dikasih tau kalo motornya sudah nggak bisa juara lagi. Takutnya ditiru sama penulis Mesinbalap, bisa hilang deh pencarian doi. hahaha…

    Ilmu seperti ini dirasa pas dengan penggunaan karburator PWK 35 dengan main jet 130 dan pilot jet 60. Sedangkan untuk kleep in berdiameter 25 dan diameter kleep out 22. Keempat kleep inilah yang nantinya akan membuka dan menutup presisi.

    Karbu PWK 35 dengan main jet 130 dan pilot jet 60
    Karbu PWK 35 dengan main jet 130 dan pilot jet 60

    Sehingga perbandingan kompresi tadi adalah hitungan bersih. Sama bersihnya dengan kemampuan motor melibas trek buat naik podium pertama. Soal bahan bakar doi juga nggak mau repot, cukup dengan menggunakan Pertamax Plus.

    Kebersihan bahan bakar juga tidak perlu diragukan lagi, nilai oktannya juga. Pernah menggunakan bahan bakar bensol malah motornya ngambek alias mberebet di tengah perlombaan.

    Selidik punya selidik ternyata bensol yang digunakan sudah kadaluarsa. Bukan suatu rahasia lagi bensol yang sudah kadaluarsa banyak mengandung unsur air. Nah lho.. cinta produksi dalam negeri kuncinya. Selamat mencoba dan bermanfaat pastinya. (Editor: Bayu)

    DATA MODIFIKASI

    • Motor : Suzuki Satria FU150
    • Kelas : Bebek 200 TU
    • Nama Team : Simple Concept Kopi Ole DRC
    • Mekanik : Dipercayakan Ke Roby, Yusron Lagi Malu-malu
    • Pembalap : Eko Sulistiyo Chodox
    • Kompresi : 14;1
    • Piston : LHK 72mm
    • Durasi : 270 derajat
    • Karbu : PWK 35
    • Main Jet : 130
    • Pilot Jet : 60
    • Knalpot : Dust
    • Sokbreker : Gazi

    MORE PHOTO:

    KOMENTAR