Pasar Sepeda Motor Low End Sedang ‘Babak Belur’

    Pasar Sepeda Motor Low End Sedang ‘Babak Belur’

    SHARE

    suprax-125helm-in-pgmfiMESINBALAP.com – Pasar sepeda motor tanah air memang sedang suram di tahun 2015. Tren penjualan terus dan terus menurun, tak tanggung-tanggung, angkanya terjun bebas dua digit.

    Faktor utama anjloknya pasar tak lain adalah karena melemahnya daya beli konsumen, khususnya dari kalangan ekonomi bawah. Sebab harga kebutuhan primer yang terus naik telah memaksa konsumen menentukan pilihan, jadi harus memprioritaskan kebutuhan pokok dulu, dan melupakan keinginan membeli motor.

    Yang paling parah dihantam penurunan ini tentu saja adalah pasar sepeda motor murah, sebab memang segmen low end hanya bisa ramai kalau konsumen dari kalangan ekonomi bawah banyak yang beli motor. Sekarang dengan sepinya pembeli, otomatis pasar ini pun ‘babak belur’.

    Berdasarkan data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), selama lima bulan pertama tahun ini, penjualan sepeda motor secara keseluruhan hanya mencapai 2.599.448 unit. Penurunannya sangat drastis, yakni 24,6 persen dibanding tahun lalu pada periode yang sama, dimana saat itu penjualan masih tercatat 3.451.377 unit.

    Menurut Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM) Margono Tanuwijaya, penurunan paling signifikan terjadi di luar Pulau Jawa, dan itu sudah berlangsung sejak 2014 lalu.

    Namun pada waktu itu tak terlalu terlihat drop, sebab masih tercover oleh penjualan yang bagus di Pulau Jawa. Namun tahun ini penjualan di Pulau Jawa pun menurun, alhasil tampaklah angka penurunan yang sesungguhnya, hasil kontribusi dari wilayah luar.

    Anjloknya pasar telah menimpa seluruh segmen, baik sport, skutik, maupun bebek. Namun untuk segmen bebek telah mencatatkan hasil penjualan terburuk, dimana selama periode Januari – Mei 2015 hanya bisa mencapai angka 336.446 unit, padahal di tahun sebelumnya masih tercatat 743.751 unit untuk periode yang sama.

    Tak hanya itu, sekarang pangsa pasar bebek pun juga semakin susut, hanya tersisa 12,9 persen dari keseluruhan pasar 2.599.448 unit. Sementara tahun lalu bebek masih menguasai 21,5 persen dari total sales semua model yang mencapai 3.451.377 unit. Jadi bebek sekarang benar-benar seperti turun gunung.

    KOMENTAR