Biaya Produksi Ninja 2-Tak Naik Gak Masalah, Asalkan Lolos Euro3

    Biaya Produksi Ninja 2-Tak Naik Gak Masalah, Asalkan Lolos Euro3

    SHARE

    Ninja SSC-SO-Tech Tunner, Drag Bike Semarang 2015 02MESINBALAP.com – Bulan ini akan jadi bulan hidup-mati bagi Kawasaki Ninja 150 yang masih mengemas mesin 2-tak. Entah nanti pemasarannya dilanjutkan atau tidak, masih harus menunggu kepastian dari hasil uji emisi Euro 3. Sebab pada bulan Agustus, regulasi baru akan mulai diterapkan oleh pemerintah.

    Deputi Departemen Head Sales & Promotion Division Kawasaki Motor Indonesia (KMI) Michael Chandra mengungkapkan kepada Otomotifnet bahwa usaha maksimal telah diberikan oleh KMI demi meloloskan Ninja 2-tak menjadi motor berspesifikasi Euro3.

    Namun kendala terbesar yang harus dihadapi tak lain adalah mesin 2-tak itu sendiri, yang menjadikan Ninja 150 sulit memenuhi standar Euro 3. Bagaimana tidak? Polusi dan tingkat kebisingannya susah diredam.

    Kendati demikian, tak menutup kemungkinan juga bahwa motor ini bisa lolos uji emisi. Sebab jika kita menengok ke wilayah Eropa, motor 2-tak masih beredar dimana-mana.

    Kalau tak lolos khawatir, kalau seandainya lolos pun juga khawatir. Hal ini bukannya tak beralasan, sebab jika Ninja 2-tak berhasil diubah ke Euro3, dikhawatirkan nanti performa hebat ala mesin 2-tak akan terpangkas alias mengalami penurunan, sejalan dengan penekanan terhadap kadar emisi gas buangnya.

    Disamping itu, ada kemungkinan lain jika Ninja 2-tak lolos uji emisi, biaya produksinya akan naik. Namun mengenai hal ini KMI mengaku tak resah. Karena KMI “tidak mempermasalahkan biaya produksi yang tinggi,” asalkan motor legendaris kesayangannya bisa lolos uji emisi dan terus diproduksi.

    Sebagai catatan, saat ini Ninja 150 dipasarkan dengan banderol antara Rp 28-38 jutaan. Jadi jika motor ini berhasil menerapkan spesifikasi Euro3, dan biaya produksinya benar-benar naik, maka jelas harganya pun akan ikut naik.

    Sumber: otomotifnet.com

    KOMENTAR