Home MotoGP YZR-M1 vs RC213V: Yamaha Pakek 4 Mesin, Honda Masih Gunakan 1 Mesin

    YZR-M1 vs RC213V: Yamaha Pakek 4 Mesin, Honda Masih Gunakan 1 Mesin

    SHARE
    Marc Marquez - Honda RC213V
    Marc Marquez – Honda RC213V

    Catalunya, Mesinbalap.com – Belum reda berita soal geabox seamless shift Honda, Yamaha dipastikan bakal pusing tujuh keliling menghadapi masalah serius pada balapan MotoGP berikutnya. Insinyur Yamaha bakal pontang panting karena masalah penggunaan alokasi mesin prototype YZR-M1 diluar prediksi mereka. Sejauh ini, Yamaha telah menggunakan 4 mesin sampai saat ini, terhitung sejak seri GP Qatar sampai Catalunya. Sementara Honda masih menggunakan 1 mesin dalam enam gelaran seri MotoGP terakhir, termasuk Qatar, Austin, Jerez, Le Mans, Mugello dan Catalunya.

    Menurut laporan Motomatters.com, ketiga pembalap papan atas Yamaha, termasuk Jorge Lorenzo, Valentino Rossi dan Cal Crutchlow kesemuanya telah menggunakan 4 mesin dari 5 jatah mesin yang tersedia untuk musim 2013. Hanya Bradley Smith saja yang masih menggunakan 3 mesin sejauh ini. Seperti kita ketahui, regulasi MotoGP 2013 mengharuskan setiap pabrikan untuk hanya menggunakan 5 mesin saja per pembalap sampai akhir musim kejuaraan.

    Isu mesin atau engine problems pada YZR-M1 pertama kali muncul setelah race Jerez yang lalu, dimana Lorenzo mulai menggunakan mesin ketiga-nya setelah seri Jerez. Lorenzo mengalami masalah serius pada mesinnnya selama sesi pemanasan (warm up), tak lama setelah itu mesin bermasalah tersebut langsung ditarik oleh Yamaha dan digantikan dengan mesin baru. Bukan hanya Lorenzo, Rossi pun mengalami masalah yang sama pada mesin YZR-M1 nya setelah race Mugello.

    Honda RC213V 2013
    Honda RC213V 2013

    Ilustrasi penderitaan Yamaha semakin tak berujung ketika empat pembalap Honda masih menggunakan 1 mesin sejauh ini, so masih tersedia 4 jatah mesin RC213V sampai akhir musim. Orang-orang di Yamaha termasuk insinyurnya akan menghadapi tantangan serius untuk membuat mesin YZR-M1 bertahan sampai akhir musim. Belum lagi, trek patah-patah alias Stop and Go akan menjadi santapan lezat RC213V pada beberapa seri mendatang.

    Dibandingkan dengan Yamaha, Honda tampaknya bekerja cukup mumpuni dalam hal teknis mesin, termasuk membuat mesin RC213V dapat bertahan lama sampai akhir musim. Tak ayal, gelar konstruktor MotoGP pun lebih banyak dipegang oleh Honda. Daya tahan mesin menjadi perhitungan serius di MotoGP ketika regulasi pembatasan penggunaan mesin mulai diterapkan pada tahun 2011. Casey Stoner mengunci gelar juara dunia MotoGP 2011 dengan hanya menggunakan 5 mesin RC212V 800cc dari 6 alokasi mesin yang diperbolehkan oleh FIM dan Dorna pada tahun tersebut.

    Yamaha, bagaimanapun bisa saja menyulap mesin untuk Lorenzo sampai akhir tahun ini untuk mempertahankan gelar juaranya, tetapi mereka (mekanik Rossi dan Lorenzo) harus bekerja keras dan menghabiskan banyak waktu untuk melakukan swapping engines di setiap akhir pekan. Menggunakan mesin usang untuk Free Practice dan menggunakan mesin fresh (revised engine) hanya untuk kualifikasi dan balapan.

    Jorge Lorenzo - Yamaha YZR-M1
    Jorge Lorenzo – Yamaha YZR-M1

    Sayangnya, resiko besar masih akan menghantui paddock Yamaha jika mereka dipaksa harus menggunakan mesin baru alias buka segel Sodara-sodara karena kedodoran menghadapi gempuran Honda RC213V sampai akhir musim ini. Penalti akan menjadi masalah serius bagi Yamaha dan para pembalapnya, karena resiko yang telah mereka ambil pada awal musim. Menggunakan lebih dari 5 mesin alias melebih jatah (melanggar regulasi), ya mau gak mau pembalap Yamaha harus start dari Pit-Lane.

    Tentu kita masih ingat betul ketika Valentino Rossi masih di Ducati, dimana dia menghabiskan jatah mesinnya dan menggunakan mesin baru alias buka segel (diluar dari jatah yang diperbolehkan), nah ujung-ujung-nya Vale dipaksa harus start dari Pit-Lane di MotoGP Aragon 2011.

    Tugas Yamaha terbilang cukup berat, tak hanya membuat mesin bertahan lama tetapi juga harus lebih kompetitif, mengingat Honda dengan hanya menggunakan 1 mesin saja masih bisa kompetitif dalam enam seri MotoGP terakhir. Apalagi dengan dukungan seamless shift geabox, nah lho masih bisa podium kan mekipun pakek mesin lama. :D

    KOMENTAR