Modifikasi Ninja Babahe Racing: Pendatang Baru Yang Siap Meramaikan Kelas Sport

    Modifikasi Ninja Babahe Racing: Pendatang Baru Yang Siap Meramaikan Kelas Sport

    SHARE
    Ninja TU 155cc Babahe Racing
    Ninja TU 155cc Babahe Racing

    MESINBALAP.com – Salah satu kelas yang selalu menarik perhatian di setiap gelaran Drag Bike adalah kelas Sport 2 T TU 155cc. Sudah bukan rahasia lagi kalau kelas ini masuk ke dalam kelas yang dilombakan di Kejurnas, tapi tidak masuk dalam hitungan point.

    Ada banyak motor Ninja yang mulai bemunculan. Salah satunya adalah motor Ninja milik team Putra Barito Babahe Racing. Baru mengaspal di event Ramadhan Night Dragbike pekan lalu. Dari nama team dah ketahuan kan bro siapa ownernya team.

    Ada apa dengan pendatang baru yang berhasil menembus waktu 7,2 detik ini?? Kita mulai dengan porting pada motor. Untuk porting pada silinder perubahannya tidak begitu banyak seperti yang dilakukan kebanyakan mekanik.

    Seperti tinggi lubang buang 30 mm yang diyakini bisa menghasilkan power yang mumpuni di trek 201 meter. Dipasangkan dengan penggunaan karbu PWK 38 Air Strike yang diapit oleh pilot dan main jet 55/162.

    Sesuatu yang kurang lazim dilakukan sama mekanik yg satu ini yaitu pada silinder skep, kliker lainnya itu diremer, sementara Ninja-nya Babahe Racing masih tetap mempertahankan bawaan pabrikan yang berdiameter 28 mm.

    Kompresi pas 7,8:1
    Kompresi pas 7,8:1

    Dengan perbandingan kompresi 7,8:1, mengingat balapan di malam hari dirasa pas kompresi segitu dengan final gear 13-38. Sekarang ini ada banyak sekali berkeliaran pasukan Ninja di dunia balap. Catatan waktunya pun sungguh fantastis, sudah bisa menembus angka 6,9 detik.

    Alasan utama Mesinbalap menulis Ninja karya Babahe adalah pendatang baru yang nantinya akan berpotensi meramaikan dunia balap karapan. Dengan harapan kedepannya nanti bisa mengikuti jejak Ninja yang sekarang mendominasi kelas ini.

    Karbu PWK 38 Air Strike
    Karbu PWK 38 Air Strike

    Untuk perbandingan rasio gigi 1 sengaja dibikin ringan yaitu (16/32) dengan alasan disaat melakukan start motornya enak. Gigi 2 (28/19), gigi 3 (standard pabrikan), gigi 4 (24/22).

    Pistonnya sendiri menggunakan kepunyaan Ninja lama, pengapian mengadopsi milik RC yang sudah dimodif sendiri. Oke bro masih penasaran dengan kemampuan pendatang baru ini? Atau masih pengen tahu lebih banyak tentang spek motor?

    Narsis dulu bro.... hehe
    Narsis dulu bro…. hehe

    Silahkan konsultasi dengan penggawanya langsung. Beliau membuka pintu silaturrahmi selebar-lebarnya. Bukankah silaturahmi akan membuka pintu rejeki. Terimakasih om Babahe atas infonya. (editor: bayu)

    KOMENTAR