Modifikasi Suzuki Satria FU Dragbike: Satria Boyolali Juga Siap Bersaing, Menurut Anda...

    Modifikasi Suzuki Satria FU Dragbike: Satria Boyolali Juga Siap Bersaing, Menurut Anda Gimana Bro?

    SHARE
    Satria FU Dragbike 4T TU 200cc from Boyolali
    Satria FU Dragbike 4T TU 200cc from Boyolali

    MESINBALAP.com – Satu lagi adu kebut 201 meter kedatangan tamu yaitu Suzuki Satria FU yang turun di Kelas Bebek 4T TU 200cc. Sudah beberapa kali terbukti mampu naik podium, terakhir kali naik podium di event Ramadhan Night Dragbike di Semarang beberapa waktu lalu.

    Motor yang berjenis DOHC ini memiliki dua klep yang berdiameter 27 mm. Biar motor tidak gampang lemesan karena sekarang masih bulan Ramadhan, menurut penuturan pembalap sekaligus pemilik motor klepnya diperpanjang hingga 1 mm. Dengan tujuan supaya putaran mesin tengah dan atas bisa didapat.

    Seperti yang sudah diketahui khalayak ramai. Kalau motor yang berjenis DOHC memiliki diameter klep yang tergolong besar. 22/19 sudah pasti campuran udara dan bahan bakarnya pun meningkat.

    Biar bisa ikut main di kelas ini motor pun dibore-up, dengan mengaplikasikan piston LHK yang mempunyai diameter 72 mm. Stroke masih menggunakan standard dari motor yakni 14,8 mm.

    “Guna mendapatkan tenaga bawah kompresi pun dinaikan 14,5. Kalau di event sebelumnya kompresinya 14,2:1 dan berhasil menduduki podium kedua”, cerita Galih Dwi selaku pemilik motor.

    Karbu PWK 33 SUDCO
    Karbu PWK 33 SUDCO

    Kalo dilihat dari angka kompresinya kayaknya menggunakan kompresi tinggi? Keuntunganya di bahan bakar, nggak usah repot-repot cari bahan bakar bensol. Cukup dengan Pertamax Plus, tapi kekurangannya apa?

    Jelas motor bakal sulit dikendalikan sewaktu start. Tergantung jokinya juga, bisa tidak dia menentukan kapan akan menarik gas.

    Guna mensuplai tenaga bagian atas motor menggunakan karbu PWK 33 dengan main jet 48 dan pilot jet 125. Dengan durasi kem 270 derajat dengan klep saat membuka 24 mm dan menutup 22 mm.

    Untuk pengapian sendiri menggunakan BRT dengan alasan biar gampang saat melakukan setingan apalagi motor ini lagi diajak balapan di malam hari.

    Knalpot diserahkan ke Joyo Mufler
    Knalpot diserahkan ke Joyo Mufler

    Bagian akhir dari motor yaitu bagian pembuangan asap, yang dipercayakan ke Joyo Mufler, kelihatanya lehernya sangat landai. “Menunjukan kalau knalpot jenis ini sangat cocok buat putaran menengah keatas”, ungkap pembalap yang beralamat di JL.Boyolalai – Klaten Km 1. (editor: bayu)

    DATA MODIFIKASI

    • Pemilik Motor : Galih Dwi
    • Karbu : PWK 33
    • Main jet : 48
    • Pilot Jet : 125
    • Piston : LHK
    • Pengapian : BRT
    • Final Gear : 14 / 39
    • Rasio : gigi 1( 15/32), gigi 2 (15/24), gigi 3 dan 4 standard , gigi 5 (22/23), gigi 6 (23/22)

    KOMENTAR