Dragbike Banjarnegara 2015: Ajang Pemanasan Menuju Kejurnas dan Pembelajaran Buat Para Dragbiker

    Dragbike Banjarnegara 2015: Ajang Pemanasan Menuju Kejurnas dan Pembelajaran Buat Para Dragbiker

    SHARE
    Kiky Codet
    Kiky Codet

    MESINBALAP.com – Kiky Codet pembalap asal kota Demak bersama team Tam Kiks Pusaka berhasil menjadi jawara di kelas Bebek 4T TU 130cc dengan waktu tempuh 08.372 detik. Bukan cuma satu kali ini doi menjadi yang tercepat, beberapa waktu yang lalu juga pernah naik podium teratas.

    Dengan menggunakan motor Jupiter sasisnya pinjem sama mbak Vega. “Sebelum datang ke Banjarnegara kompresi motor diturunkan buat mengimbangi rasio motor”, cerita sang mekanik.

    Untuk gigi rasio motor sendiri – gigi 1 (13-33), gigi 2 (16-28), gigi 3 (22-30) dan gigi 4 (23-26), dengan pengapian Pro Drag. Sementara itu dengan menggunakan motor yang sama menempatkan Bayu Ucil di posisi kelima.

    Di belakangnya sang juara lagi-lagi diborong sama pembalap pemula. Mahmud Arjuna (Faster Chiki Poetra Mahkota), Adi Didot (Cakra Racing) dan Nanda Wijaya (Faster Chiki Poetra Mahkota) berhasil finish di urutan kedua, ketiga dan keempat.

    Lalu kemana gerangan pembalap senior yang lain? Dwi Batank, Ruly PM, Fandi Pendol, Eko Chodok dan Niko Sakau, mereka semua keluar dari lima besar. Tragis…. tenang bro revans seri berikutnya.

    Dwi Batank vs Niko Sakau
    Dwi Batank vs Niko Sakau

    Di awal race sudah terjadi duel sengit, gimana tidak sengit masing-masing team mengeluarkan senjata andalan mereka. Yang jadi ujung tombaknya sudah pasti jokinya sendiri.

    Niko Sakau sewaktu adu cepat dengan Dwi Batank roda depan motornya sedikit terangkat. “Tenaga motornya liar”, dalih doi. Lain cerita dari Dwi Batang kondisi sirkuit yang sebelah kiri kurang mumpuni dibandingkan dengan sebelah kanan. Ada sedikit bumpy di ujung lintasan.

    Tindakan tidak sportif
    Tindakan tidak sportif

    Anggap saja event Bupati Cup Banjarnegara ini sebagai ajang ketangguhan motor sebelum terjun ke Kejurnas. Dan juga sebagai pembelajaran buat para Dragbiker untuk meraih prestasi yang lebih baik lagi.

    Tidak kalah penting buat mekanik sudah pas atau belum kah setingan motornya. Kita ambil nilai positifnya saja bro, dibalik ini semua pasti ada hikmahnya. Sempat ada tindakan tidak sportif yang dilakukan oleh pembalap, silahkan dibaca tulisan tangan salah satu pengurus IMI Jateng. (Editor: Bayu)

    KOMENTAR