AHM Bakal Selidiki Lineup Mogenya Terkait Recall Massal Honda Jepang dan AS

    AHM Bakal Selidiki Lineup Mogenya Terkait Recall Massal Honda Jepang dan AS

    SHARE
    Honda CB500F
    Honda CB500F

    MESINBALAP.com – Sikap siaga mulai ditunjukkan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) menyusul recall besar-besaran yang dilakukan oleh Honda di Jepang dan Amerika Serikat terhadap puluhan ribu big bike.

    Problem starter magnetic jelas tak bisa dianggap enteng, untuk itu AHM siap melakukan penyelidikan terhadap produk mogenya di Indonesia.

    Ahmad Muhibbuddin selaku Deputy Head of Corporate Communication AHM mengungkapkan bahwa isu recall ini telah didiskusikan oleh pihak internal perusahaan, guna menentukan langkah lebih lanjut yang akan diambil. Dan sudah diputuskan bahwa investigasi akan dilakukan terhadap big bike Honda di tanah air.

    Pengecekan akan meliputi moge-moge yang sudah ada di tangan konsumen. Kendati demikian, hal ini belum tentu akan berujung pada penarikan. AHM hanya ingin memastikan bahwa moge Honda yang telah didistribusikan berada dalam kondisi yang sempurna alias tidak memiliki cacat bawaan, khususnya yang menyangkut komponen starter.

    Sebagaimana kita ketahui, masalah starter ini sudah muncul sejak beberapa waktu yang lalu, ketika moge-moge Honda yang masih segar di pasaran seperti CB500X, CB500F, dan CBR650F sudah ramai-ramai dikirim ke garasi konsumen dengan problem yang sama. Sehingga memicu terjadinya kampanye recall di Jepang dan Amerika Serikat.

    Pada mulanya hampir 30.000 unit moge Honda di Jepang ditarik dari peredaran, lalu disusul dengan deretan moge di Amerika yang juga ikut kena recall terkait kelemahan starter. Recall kedua ini jumlahnya malah lebih banyak, diatas 45.000 unit.

    Permasalahan terletak pada starter magnetic yang tidak dilengkapi lapisan waterproof atau pelindung anti air, yang mana hal ini akan dapat memicu panas tinggi pada bagian kabel dan sekering. Sehingga berpotensi mengakibatkan hubungan arus pendek atau bahkan kebakaran.

    Sumber: kompas.com

    KOMENTAR