Drag Bike Jogja 2015: Matic Special dari Team R9 VRG Kawahara, Jokinya...

    Drag Bike Jogja 2015: Matic Special dari Team R9 VRG Kawahara, Jokinya Orang Kediri

    SHARE
    Team R9 VRG Kawahara, Kejurnas Drag Bike Jogja 2015
    Team R9 VRG Kawahara, Kejurnas Drag Bike Jogja 2015

    MESINBALAP.com – Menjadi salah satu kelas favorit di setiap event Drag Bike benar-benar mengangkat harkat dan martabat jenis motor tanpa kopling ini. Ada banyak kliker top pulau Jawa yang sudah mulai berani bermain dengan motor matic.

    Salah satunya adalah owner Team R9 VRG Kawahara, Vincent namanya. Mengandalkan mesin baru dari Yamaha Mio membawa jagoan asal kota Kediri naik podium pertama di kelas Matic TU 200cc. Ada sesuatu yang lain dari motor garapan Cak moed kali ini.

    “Untuk spek pada motor masih sama dengan motor matic pendahulunya, yang sekarang menggunakan kleep titanium. Jadiah sebuah mahakarya special”, ungkap Vincent di waktu senggang.

    Vincent dan Joki Kelas Matic
    Vincent dan Joki Kelas Matic

    Kenapa dibilang special? Buat team sendiri hasil riset mereka berhasil dan motor bisa berlari 07,495 detik di Kejurnas Drag Bike Jogja kemarin. Catatan waktunya fantastis, apalagi dicetak di event tingkat Nasional.

    Seperti seri–seri Kejurnas yang lalu, di Pantai Depok pun memainkan dua babak khusus kelas yang masuk dalam hitungan point Kejurnas. Sewaktu penyisihan justru Bayu Ucil lah yang tercepat dengan waktu 07,820 detik.

    R9 VRG Kejurnas Dragbike Yogyakarta 2015

    Sementara itu, sang juara berada di peringkat ke tujuh dengan waktu 08,131 detik. Itulah balapan menang di penyisihan belum tentu menang di final.

    Penampilan luar biasa juga ditunjukan sama Niko Sakau (ASRP Racing Feat TR Tech VGZ), Mahmud Arjuna dan Dwi Batang (Ting Ting Speed Shop Pell’s) menggeber motor yang sama. Dilihat dari nama team ketahuan siapa sang kreator motor matic yang satu ini, siapa lagi kalau bukan M. Arief Sigit Wibowo alias Pele.

    Niko Sakau (ASRP Racing Feat TR Tech VGZ)
    Niko Sakau (ASRP Racing Feat TR Tech VGZ)

    Cerita soal mesin garapan Pele sudah pastilah motornya mengalami perubahan pada mesin. “Dengan mengapliksikan piston berdiameter 66mm. Noken As, Kompresi dan sebagainya nanti lah bicara soal itu, target utamanya belum tercapai yaitu podium tertinggi”, cerita Pele di pinggir sirkuit.

    Setidaknya motor sudah bisa berlari kencang, terbukti masuk lima besar di event Banjarnegara kemarin, malahan podium satu dan dua. Seperti biasanya kita nantikan lagi aksi matic karya kliker Boyolali ini. (Editor: Bayu)

    KOMENTAR