Drag Bike Jogja 2015: Panasnya Kelas Bebek, Lengah Dikit Dimakan Lawan

    Drag Bike Jogja 2015: Panasnya Kelas Bebek, Lengah Dikit Dimakan Lawan

    SHARE
    Faster Chiki Poetra Racing
    Faster Chiki Poetra Racing

    MESINBALAP.com – Yang namanya bebek menjelang sore sudah pasti dimasukin kandang sama pemiliknya. Akan tetapi bebek jaman sekarang bandel kagak mau nuruti kemauan juragannya. Apalagi yang namanya bebek aduan nggak peduli siang atau malam tetap saja tarung sesama bebek.

    Hampir sama dengan cerita kartun Donald Duck, ente tau kan gimana kelakuan keponakannya si Donald nakale ra umum. Jangan salah kaprah dulu bro, di balik nakalnya anak-anak menunjukan tingkat kecerdasan pada anak tersebut.

    Di dalam pikiranya hanya ada satu kata “berkereasi” dan terus akan berkereasi. Kalau nakalnya orang gede gimana? wah soal itu silahkan dijawab sendiri.

    Bebek 4T TU 130cc (Kejurnas Dragbike Jogja 2015)
    Bebek 4T TU 130cc (Kejurnas Dragbike Jogja 2015)

    Tidak ubahnya dengan Team Ds 39 Hoho Racing, mereka bisa berkarya tentunya lewat tangan kreatif sang dalang. Terciptalah sebuah motor bebek pacuan yang bisa berlari kencang tapi jinak di tangan joki.

    Hendra Kecil pembalap asal Kota Magelang yang dipercaya mampu melibas sirkuit Pantai Depok Kabupaten Bantul dalam rangka Kejurnas Drag Bike Yogyakarta kemarin. Bukan suatu hal yang sulit buat HK menjinkan motor jenis bebek. Di kelas rajanya Ninja Hatori pun mencatatkan namanya sebagai penguasa Super FFA.

    Karbu PWK 28 dengan Pilot Jet 60 dan Main Jet 105
    Karbu PWK 28 dengan Pilot Jet 60 dan Main Jet 105

    Team R9 VRG Kawahara Pekajaman mengutus bebek mereka buat ikut balapan. Dikebut sama dua orang joki yakni Yogi Kecot dan Arif Tijil, finish di urutan kedua dan keempat. Tak mau ketinggalan Mahmud Arjuna (Tam Kiks Creampie Pusaka) dan Galih Dwi (Kawahara Trijaya Sakti Pells Racing) melengkapi daftar lima besar.

    Entah kenapa laju motor yang diajak lari sama anak Boyolali kali ini kurang mumpuni, tidak seperti biasanya. Motor bebeknya berkompresi 13:8,1 dan memiliki rasio gigi 1 (13/33), gigi 2 (16/29), gigi 3 (21/29) dan gigi 4 (2/23 ).

    Karbu pada motor menggunakan PWK 28 dengan pilot jet 60 dan main jet 105. Sedangkan pengapiannya mengandalkan Kawahara Racing dengan tujuan arus bisa mengalir deras.

    Pengapian Kawahara Racing
    Pengapian Kawahara Racing

    Kelas Bebek 4T TU 130cc memang hanya diikuti oleh 17 pembalap, tapi jangan salah ke-17 pembalap tersebut saling berebut point buat tiket menuju final kejurnas di kota Malang nantinya.

    Kelas ini wajib dalam setiap seri Kejuaraan Nasional Dragbike, semua yang main sudah senior. Waktu tempuhnya pun kompak di angka 0,8 detik, yang tercepat 08,407 detik dan di peringkat juru kunci 08,706 detik.

    Nah, buat seri berikutnya konon katanya sudah ada team yang mempersiapkan bebek tempurnya dengan mesin baru. Jangan disimpan lagi di dalam lemari pendingin kasihan tuh kedinginan.

    TK TYB K-Ijo
    TK TYB K-Ijo

    Dipanasin dong bebeknya, asal jangan digoreng aja bisa jadi bebek goreng bisa di makan sama team lain. Ingat sekarang sudah memasuki putaran yang ketujuh, hanya menyisakan beberapa seri lagi. Tiket final sudah menanti. (Editor: Bayu)

    KOMENTAR