Ini Alasan Kuat Mengapa Kawasaki Ninja 150 Harus Disuntik Mati

    Ini Alasan Kuat Mengapa Kawasaki Ninja 150 Harus Disuntik Mati

    SHARE

    ninja-150rr2takMESINBALAP.com – Mengapa Ninja 150 2-tak harus discontinue? Tentu ada sebab dibalik penghentian produksi gaco andalan Kawasaki itu, sesuatu yang berkaitan dengan regulasi pemerintah yang baru.

    Menghapuskan Ninja 2-tak dari daftar produk bukanlah perkara sepele bagi PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI). Sebab motor ini sudah terlanjur melekat di hati banyak orang dan menjadi salah satu superstar legendaris di segmen sport.

    Di satu sisi, jelas KMI ingin melanjutkan produksi untuk model sport kesayangannya ini, namun disisi lain, regulasi yang ketat semakin menekan mereka untuk berhenti.

    Dan di saat-saat terakhir menjelang penerapan aturan baru pemerintah menyangkut standar emisi Euro3, dengan berat hati KMI memutuskan bahwa Ninja 2-stroke engine harus gantung setang alias discontinue.

    Menelisik lebih jauh, rupanya alasan dibalik penghentian ini bukanlah karena KMI tidak mampu meloloskan Ninja 2-tak dalam uji emisi Euro3, melainkan ada hal lain yang lebih memberatkan yakni biaya produksi.

    Tampaknya telah terjadi sedikit salah perhitungan, masih teringat sekitar sebulan yang lalu ketika Michael Chandra Tanadhi, Deputy Head Sales and Promotion Department Marketing and Sales Division KMI mengatakan bahwa mereka “tidak mempermasalahkan biaya produksi yang tinggi. Asalkan lolos, Ninja 150 2-tak yang legendaris akan terus diproduksi.”

    Nah, lantas kenapa sekarang produksi harus dihentikan? Jelas bahwa “biaya produksi yang tinggi” dalam perkiraan Michael tidak sama dengan kenyataan yang ada, atau setidaknya berbeda dengan perhitungan terkini KMI.

    ninja-150old

    Sebagaimana yang ia katakan dalam sebuah statement baru-baru ini, bahwa pembersihan emisi bisa saja dilakukan, misalnya dengan “menambah catalityc converter, atau masih banyak penerapan teknologi lain yang membuat emisi gas buangnya rendah. Namun, konsekuensinya, cost jadi naik, enggak nutup.”

    Berbicara mengenai teknologi, Ninja 2-tak saat ini sudah punya bekal Super KIPS (Kawasaki Integrated Power Valve System) yang berfungsi mengontrol buka tutup valve pada rotasi mesin rendah dan tinggi guna mengurangi gas buang.

    Disamping itu, kinerjanya juga ditunjang oleh sistem HSAS (High Performance Secondary Air System) yang mampu menyuntikkan udara bersih kedalam saluran exhaust guna menghasilkan campuran emisi gas CO2 (karbon dioksida) serta H2O (air) yang tidak beracun dan ramah lingkungan.

    Akan tetapi untuk bisa lolos standar emisi Euro3, dua senjata itu saja tidak cukup. Teknologi tambahan harus kembali disematkan pada Kawasaki Ninja 2-tak, yang mana itu berarti biaya produksi akan bertambah lagi, dan sayangnya KMI tak menyanggupi hal ini.

    Sumber: Kompas.com

    KOMENTAR