Kawasaki Jepang Ternyata Bantu Ninja 150 2-Tak Agar Lolos Euro3

    Kawasaki Jepang Ternyata Bantu Ninja 150 2-Tak Agar Lolos Euro3

    SHARE

    Ninja 150 2-strokeMESINBALAP.com – Kepergian Kawasaki Ninja 150 2-tak tidak hanya menyisakan keprihatinan bagi PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) dan para pecintanya di tanah air. Melainkan juga Kawasaki Heavy Industry (KHI) selaku prinsipal di Jepang, yang telah ikut berupaya menyelamatkan nyawa motorsport hijau tersebut.

    Dalam statement resminya pada hari Sabtu (8/8/2015), KMI mengungkapkan bahwa sebetulnya Ninja 2-stroke sudah melalui berbagai perbaikan guna meningkatkan standar emisinya agar bisa sesuai dengan regulasi pemerintah yang mewajibkan setiap motor produksi untuk lolos Euro3.

    Lebih jauh, upaya pembenahan itu juga melibatkan campur tangan dari tim Research and Development (R&D) Kawasaki Heavy Industry yang turut berkontribusi maksimal demi membuat mesin Ninja 150cc lebih ramah lingkungan.

    Berbagai ubahan telah diterapkan sampai akhirnya pengembangan pun membuahkan hasil. Racikan teknis yang tepat sudah didapat untuk menjadikan mesin Hatori berspesifikasi Euro3.

    Akan tetapi selepas keberhasilan ini, rupanya muncul persoalan lain yang kembali berpotensi menghambat kelanjutan produksi. Kali ini lebih dari sekedar masalah teknis, melainkan juga menyangkut pembiayaan yang meningkat.

    Ditambah lagi, akibat penerapan spek Euro 3 pada mesinnya, Ninja 150 2-tak dinilai telah kehilangan karakteristik dan performa aslinya, sehingga kecil kemungkinan model ini bisa terus sukses di pasar.

    Ninja RR 150

    Kombinasi permasalahan tersebut membuat KMI tak punya pilihan lain kecuali menghentikan produksi. Seperti yang sudah diduga sebelumnya, tidaklah mudah untuk mengubah Ninja 150 agar bisa memenuhi standar emisi Euro3.

    Ada tiga konsekuensi yang akan didapat, yakni penurunan performa akibat perombakan mesin, lalu meningkatnya biaya produksi dikarenakan penambahan komponen, dan yang terakhir adalah melambungnya harga motor di pasaran. Singkat kata, pengembangan ini menghasilkan lebih banyak kerugian daripada keuntungan.

    Jika toh KMI akan memasukkan Ninja 2-tak Euro3 ke tahap produksi, maka dapat dipastikan bahwa amunisi andalannya tersebut akan kalah saing. Sebab banderolnya bisa-bisa akan mendekati Ninja 250 atau RR Mono, yang mana hal ini konyol sekali dan jauh keluar dari hitungan.

    Dengan demikian, satu-satunya keputusan akhir yang masuk akal adalah mempensiunkannya agar menjadi barang koleksi.

    Sumber: Kompas

    KOMENTAR