Dragbike Kudus 2015: Bracket Masih Jadi Primadona, Ibarat Gadis Muda, Bukan Janda

    Dragbike Kudus 2015: Bracket Masih Jadi Primadona, Ibarat Gadis Muda, Bukan Janda

    SHARE
    Cewek pun bisa ngebut di atas Matic
    Cewek pun bisa ngebut di atas Matic

    MESINBALAP.com – Setelah sekian lama menanti akhirnya Kota Kudus pun menggelar event balapan. Bertemakan Gadhuro Dragbike Championship 2015 berlangsung di Jalan Lingkar Jati. Diikuti oleh 540 starter yang berasal dari seputaran Kudus dan DIY.

    Dari 23 kelas yang dilombakan, kelas Bracket masih jadi primadonanya para dragbiker. Kelas murah meriah menurut anggapan sebagian orang. Cukup dengan meggunakan knalpot racing plus helm full face dan mempunyai nyali buat ikut balapan siapa pun bisa turun ke arena.

    Bracket Primadonanya Dragbike Ibarat Seorang Gadis, Selalu Jadi Sasaran Tembak Event Organizer

    Untuk jenis motor pun bebas, mau motor dua langkah atau motor empat langkah tidak ada yang melarang. “Selama motornya masih ada nyawanya alias masih bisa jalan dipersilahkan mendaftar ke panitia penyelenggara”, ungkap bapak Joko selaku pimpinan perlombaan.

    Diikuti oleh 161 starter para pembalap berlomba mengejar waktu 09,00 detik. Mustofafa asal Kudus sebagai pemenangnya dengan catatan waktu 09,027 detik. Ada banyak hal positif yang bisa kita ambil dari kelas ini. Salah satunya adalah bakat balap pada diri seseorang bisa terslurkan disini di event yang resmi pula.

    Dan yang tidak kalah penting belajar, belajar menaklukan sensor satu titik. Tidak jarang seorang pembalap senior pun terpaksa angkat tangan dengan alat yang satu ini.

    Sensor Satu Titik
    Sensor Satu Titik

    Seperti yang selalu disampaikan di saat brefing Ikatan Motor Indonrsia pada tahun 2015, yang mengeluarkan peraturan baru yakni menggunakan sensor satu titik dengan dua garis putih di tempat start.

    Tidak ada kata maaf buat gerakan sedikit pun karena sensor akan bekerja seper sekian ribu detik. Dipastikan lampu merah akan menyala dan pembalap pun dinyatakan out dari perlombaan. Heemmm… sadis tapi mendidik seorang pembalap untuk berjiwa sportif.

    Oiya bro, ada juga lho pembalap cewek yang ikut bertarung dengan pembalap cowok. sukses ya say dan semoga bisa mengikuti jejak langkah srikandi balap yang sudah duluan mengaspal di trek lurus.

    Awas bro liat jalan, nampaknya dia lelah
    Awas bro liat jalan, nampaknya dia lelah

    Dari sekian banyak peserta motor dua langkah lah yang paling banyak di gunakan. Dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Sinogo Racing yang memang specialist motor dua tak menurunkan banyak motor hasil karya mereka. Dari kota Salatiga ada ABRT juga ikutan mendaftar dengan membawa Ninja kesayangan mereka.

    Srikandi tarung pakek Ninja
    Srikandi tarung pakek Ninja

    Selalu dilirik pihak penyelenggara itu pasti, mereka juga tidak mau rugi. Tidak ada ceritanya kelas ini sepi starter. Bagaimana kalau di buka kelas baru yaitu Bracket 10 detik yang punya motor standard pabrikan pun bisa ikutan? Sama-sama kita pikirkan. (Editor: Bayu)

    KOMENTAR