Drag Bike Klaten 2015: Apa Jadinya Jika Ninja OP27 Pakai Knalpot Sponsor,...

    Drag Bike Klaten 2015: Apa Jadinya Jika Ninja OP27 Pakai Knalpot Sponsor, Masihkah Yang Tercepat?

    SHARE
    Ninja TU 155cc Fastgass 12 Racing OP27
    Ninja TU 155cc Fastgass 12 Racing OP27

    MESINBALAP.com – Fenomena baru tahun ini dimunculkan oleh team Fastgass 12 Racing OP27 asal kota Yogyakarta. Untuk Kelas Sport 2T TU 155cc Kawasaki Ninja mereka belum ada lawannya.

    Podium pertama pun selalu jadi langganan lewat joki yang sudah tidak asing lagi bagi penggila balap trek lurus, Hendra Kecil. Tidak ubahnya dengan event yang berskala Nasional, di event Dragbike Creampie kemarin pun jadi yang tercepat dengan torehan waktu 07,059 detik.

    Dan yang main di kelas ini pun bukan Ninja sembarangan, melainkan mereka juga pernah menang di event lainnya. Termasuk Ninja milik team TDC ABRT 20 yang beberapa waktu lalu sempat mencetak waktu 06,9 detik, kemarin dipaksa menyerah sama motor garapan Omponk N Freinds. Podium kelima dengan waktu tempuh 07,236 detik lewat Bowo Chetah.

    Tanpa kehadiran Feydi Kapas, Team Simple Ole Alpika hanya mengandalkan satu orang joki saja yaitu Eko Sulistyo Chodok, berada di podium kedua. Andaikan Feydi Kapas ikut menurut ramalannya si mbah namanya akan tercantum di posisi lima besar.

    Pasukan Creampie melengkapi posisi tiga dan empat lewat Kiky Codet dan Fandi Pendol. Nasib kurang beruntung dialami oleh team Ting Ting Speed Shop CDM D2T yang mengandalkan trio pembalapnya yaitu Mahmud Arjuna, Ari Madun dan Galih Dwi, harus keluar dari persaingan lima besar. Begitu juga dengan team Net Not Racing Hell dengan Bayu Ucil yang menepi dari sirkuit.

    Mesin Ninja OP27
    Mesin Ninja OP27

    Nach bro yang jadi pertinyiinyi adalah?? Motor yang digunakan sama team Fastgass 12 Racing OP27 knalpotnya tidak menggunakan knalpot sponsor (dalam hal ini knalpot merk Creampie) tapi menggunakan knalpot merk lain.

    Mahmud Arjuna (Ting Ting Speed Shop CDM D2T)
    Mahmud Arjuna (Ting Ting Speed Shop CDM D2T)

    Kan peraturannya adalah untuk kelas yang menggunakan sistem point yakni kelas Sport 2T Frame Standard, Sport 2T Tune-UP, Bebek 4T Standard, Bebek 4T Tune-UP wajib hukumnya menggunakan knalpot sponsor.

    Tris Wahyudi
    Tris Wahyudi

    “Di seri pertama memang diwajibkan untuk kelas point menggunakan produk knalpot Creampie. Di seri kedua ini ada kelonggaran, semua team diperbolehkan menggunakan knalpot merk lain”, ujar Tris Wahyudi.

    Tapi, ada tapinya bro… “Dengan tujuan memancing animo pembalap buat ikut balapan di sirkuit GDS Tirtonirmolo dan terbukti jumlah starter bertambah dibandingkan dengan seri pertama. Disamping itu, buat memperkenalkan kepada masyarakat kalau di kota Klaten ada sirkuit Dragbike permanent, satu-satunya di Indonesia”, lanjut Wahyudi.

    Agung Setiawan
    Agung Setiawan

    Untuk seri terakhir nanti aturan mainnya balik lagi seperti semula, wajib pakek knalpot sponsor. “Nah di seri ketiga besok atau seri terakhir yang akan berlangsung pada bulan Oktober peraturannya kembali ke peraturan seri pertama. Terutama untuk Kelas Sport 2T Frame Standard dan Sport 2T Tune-UP wajib pakai knalpot Creampie”, tutupnya.

    Sambil mangguk-mangguk pengelola Sirkuit GDS Gantiwarno sekaligus mantan pembalap Road Race Agung Setiawan mengamininya. Jelas kan bro, siapkan lagi motormu karena satu unit sepeda motor sudah menunggu di bulan Oktober nanti. (Editor: Bayu)

    KOMENTAR