Powertrack Kroya 2015: Jangan Salahkan Jika Edy Ariyanto Mengamuk di Moto 1

    Powertrack Kroya 2015: Jangan Salahkan Jika Edy Ariyanto Mengamuk di Moto 1

    SHARE
    Edy Ariyanto
    Edy Ariyanto

    MESINBALAP.com – Edy Ariyanto (549 AHRS One-T AIUT Sabdodadi) menjadi penguasa di Kelas Campuran Sport and Trail Senior Moto1 di gelaran Kejuaraan Nasional Powertrack putaran kedua kemarin.

    Berhasil menyelesaikan 12 lap dengan waktu tempuh 14:46.719 menit dengan best time 1 menit 12.422 detik. Berselisih 5,887 detik dari Savona Oky yang berhasil menjadi pemenang di Kelas Sport and Trail Moto 2.

    Kalau dihitung Edy Ariyanto unggul satu setengah lap dari Savona Oky. Catatan waktu fantastis yang diperoleh doi di tengah terik matahari dan debu yang berterbangan ditiup angin. Tidak gampang bisa mengasapi pembalap yang namanya sudah terkenal di tanah air Indonesia.

    Di tempat kedua, Savona Oky (AND Asembagus AJMR Conk ADD JMR) harus berjuang extra keras buat menaklukan Rizky HK (Rehobat Norifumi Jaton Swallow FLY TK Racing). Atraksi yang menarik dipertontonkan oleh kedua pembalap yang sama-sama memiliki kemampuan menjinakan sirkuit Bintang Motor Kroya.

    Savona Oky
    Savona Oky

    Memasuki lap ketujuh perlawanan pembalap asal Kota Wonosobo ini mulai mengendur. Faktor fisik lah penyebabnya, bukan karena Rizky kelelahan, melainkan menahan rasa sakit di pergelangan tangan sebelah kiri. Sempat terjatuh sehari sebelumnya sewaktu di babak latihan bebeas.

    Melihat Rizky yang perlawananya sudah mulai mengendur kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Sandi Irawan dan Lotar Mardiyanto. Tapi sayang hingga garis finish kedua pembalap tersebut tidak berhasil mengejar pembalap yang ada di depannya.

    Lotar Mardiyanto
    Lotar Mardiyanto

    Tapi bro jangan salah justru puncak dari pertandingan ditunjukkan oleh kedua pembalap tersebut ketika saling berebut posisi empat dan lima. Selisih waktunya pun tipis buanget, yang pada akhirnya Sandi lah yang berhak menduduki posisi empat. Sementara itu pembalap yang bercita-cita jadi penegak hukum melengkapi posisi kelima.

    Rasa salut patut diacungi jempol buat Akbar Taufan. Kenapa Begitu? Lantaran doi memberikan contoh yang baik buat pembalap lainnya. Meskipun kuda besinya terparkir di pinggir lintasan doi dengan sabar menunggu semua pembalap sampai di garis finish.

    Akbar Taufan lagi nunggu rombongan
    Akbar Taufan lagi nunggu rombongan

    Baru kemudian dengan dibantu beberapa orang Akbar berjalan bersama motor kesayangannya menuju garis finish. Tepuk tangan pun diberikan ketika doi dengan sekuat tenaganya yang tersisa sampai juga di akhir lintasan. Kalah hari ini bukan berarti kalah selamnya, masih ada seri berikutnya. (editor: bayu)

    KOMENTAR