Yamaha Tak Mau Repot-Repot Buat Motor Karburator yang Tembus Euro3

    Yamaha Tak Mau Repot-Repot Buat Motor Karburator yang Tembus Euro3

    SHARE
    Yamaha Vega Force Injeksi
    Yamaha Vega Force Injeksi (Foto: Dapurpacu)

    MESINBALAP.com – Sebetulnya untuk bisa lolos uji emisi Euro 3, penerapan sistem injeksi bukanlah syarat nomor satu. Faktanya, saat ini masih ada motor berkarburator yang sudah menggelinding dengan status Euro3, namun pabrikan seperti Yamaha merasa enggan untuk merilis produk semacam ini.

    Alasan Yamaha cukup masuk akal, meskipun motor dengan karburator bisa tembus Euro3, namun hal itu perlu dibayar mahal dengan biaya pengembangan yang tinggi. Disamping itu, dari sisi produksi, biayanya juga tidak beda jauh dengan motor injeksi.

    Faktor utama yang melambungkan ongkos pengembangan motor karburator diatas motor injeksi adalah karena catalytic converternya yang perlu lebih banyak, belum lagi pengaturan air flow ratio-nya (AFR) yang juga lebih sulit. Perbedaan lain terdapat pada sistem listrik, pengapian, ruang bakar, dan lain sebagainya.

    Dari segi performa, karena sudah banyak menerima perombakan, biasanya motor karburator yang berstatus Euro 3 tidak akan bisa memiliki performa sebagus motor injeksi yang kodratnya memang sudah ramah lingkungan. Sekarang sudah jelaslah alasan mengapa Yamaha menyatukan Vega RR dan Force dalam wujud Vega Force, untuk membuat list produknya semakin praktis.

    Teknologi injeksi Force jelas akan menutupi kekurangan yang lama, sehingga Yamaha tak perlu lagi melanjutkan Vega RR yang dulu masih pakai karburator. Namun dilihat dari sisi branding, Vega jelas masih jauh lebih kuat dari Force, untuk itulah Yamaha perlu mempertahankan namanya agar bebek barunya lebih mudah diterima masyarakat.

    KOMENTAR