Motoprix Jogja 2015: Honda Blade Unjuk Gigi, Selamatkan Nama Besar Honda

    Motoprix Jogja 2015: Honda Blade Unjuk Gigi, Selamatkan Nama Besar Honda

    SHARE
    Pradana Boby, Honda Simple Concept Ole DRC
    Pradana Boby

    MESINBALAP.com – Pradana Boby, joki andalan dari team Honda Simple Concept Ole Drc berhasil menaklukan Sirkuit Maguwoharjo di kelas MP6 dalam gelaran Seri 4 Motoprix Yogyakarta 2015. Total 15 lap dengan waktu tempuh 12 menit 25,585 detik berhasil disikat, fastest lap 46,706 detik terjadi di lap kedua, berselisih 5,222 detik dengan pembalap kedua.

    Menjaga ritme dan fokus berada di depan adalah kunci kemenangan doi. Sebagai pemegang pole position merupakan modal buat finish terdepan dan terbukti pembalap asal kota Kebumen ini bisa menyelamatkan nama besar team Honda.

    “Karakter dan cara balap Boby sudah dipahami sama mekanik, tinggal gimana hasilnya tergantung dari si pembalap sendiri. Power motor sudah oke, buktinya di seri hari ini dan seri sebelumnya naik podium terus”, tutur Roby.

    Untuk Kelas MP6 team Honda hanya diwakili sama dua pembalap yaitu Pradana Boby dan Arya Aditya (Honda ASP), sayang doi DNF. Di Kelas MP5, Boby sempat memimpin beberapa lap sebelum tergelincir di tikungan terakhir. Terpaksa deh posisinya diambil sama Wahyu Nugraha.

    Di peringkat kedua ada Aldy Satya Mahendra (GHP Ardian’s HRP) adik dari Galang Hendra. Mengawali start dari barisan kedua dan langsung berada di barisan depan selepas R1. Hanya di awal lomba saja Aldy mendapat perlawanan dari duet Rizky Dimas dan Willy Ahadasi (Yamaha Yamalube Kartika), selebihnya tidak tersentuh lagi laju motornya.

    Aldy Satya Mahendra (GHP Ardian's HRP)
    Aldy Satya Mahendra

    Rasa haru dan bangga ditunjukan sama sang ayah dengan mengendarai motor yang dipakai Aldy, sang ayah mengantarkan anak sampai ke podium. Kemudian berlalu bukan berarti tidak bangga dari kejauhan terlihat kalau sang ayah meneteskan air mata. Salah satu rahasia yang tidak pernah diketahui sama anak di dunia ini.

    Sekedar selingan bro. Tampil sebagai kelas pembuka bibit-bibit muda dunia Road Race Indonesia penuh dengan semangat. Saking semangatnya di waktu satrt mereka tidak memperhatikan aba–aba dari lampu start.

    podium

    Banyak pembalap yang melakukan Jump Start. “Harus menunggu sampai lampu merah padam, pembalap baru boleh tarik gas. Berhubunng banyak sekali pembalap yang JS terpaksa race diulang”, jelas bapak Nugroho Wijayanto selaku pimpinan perlombaan. Namanya juga anak–anak.

    KOMENTAR