Anti Mainstream, Ferrari Ogah Ikuti Tren SUV dan Mobil Listrik

    Anti Mainstream, Ferrari Ogah Ikuti Tren SUV dan Mobil Listrik

    SHARE
    New Ferrari 488 Spider
    New Ferrari 488 Spider (Foto: Carscoops)

    MESINBALAP.com – Akhir-akhir ini para pabrikan mobil di seluruh dunia sedang ramai menciptakan SUV dan mobil listrik. Sebagaimana kita ketahui, dua tipe kendaraan roda empat ini memang lagi ngetren karena semakin tingginya permintaan di pasar.

    Namun, mengikuti tren tidaklah selalu jadi pilihan menarik bagi setiap pabrikan mobil. Nyatanya, produsen seperti Ferrari tidak terpengaruh dengan arah pertumbuhan pasar yang menggiurkan ini.

    Pabrikan asal Italia tersebut memilih untuk tetap mempertahankan style-nya, sebagai pencipta mobil sport yang murni mengedepankan performa. Sebagaimana diungkapkan oleh CEO Ferrari, Amedeo Felisa, mereka tak sedikitpun mempunyai niat untuk memproduksi SUV.

    Demikian pula dengan mobil listrik, tidak ada model yang disiapkan untuk mengisi segmen ini. Menurut Felisa, mobil listrik memiliki suara yang terlalu lembut, sedangkan Ferrari terkenal dengan gertakan mesinnya yang keras. Jadi kalau mengembangkan mobil listrik, maka sama artinya dengan membuang identitas kuda jingkrak ala Ferrari.

    Ferrari memang memiliki gaya produksi yang agak menyelisihi mainstream atau boleh lah sedikit disebut anti mainstream, Ferrari Ogah Ikuti Tren SUV dan Mobil Listrik. Disaat para pesaingnya berbondong-bondong mengikuti tren pasar demi mendapatkan keuntungan lebih, produsen mobil premium ini tetap tak tergoyahkan dan konsisten diatas jalur performa.

    Hal itu telah dibuktikan Ferrari dengan meluncurkan New 488 Spider di Frankfurt Motor Show 2015, banderol harganya mencapai $266.000 atau sekitar Rp 3,8 miliar. Supercar ini didukung mesin V8 turbocharged 3.9-liter yang mampu melontarkan tenaga hingga 670 HP dan torsi puncak mencapai 760 Nm.

    Kemampuan akselerasinya tergolong luar biasa, pasalnya 0-100 km/jam bisa ditembus hanya dalam waktu tiga detik, sedangkan jarak 0-200 km/jam mampu ditempuh dalam waktu 8,7 detik.

    KOMENTAR