Agostini Sebut Rossi Kehilangan Akal Sehatnya

    Agostini Sebut Rossi Kehilangan Akal Sehatnya

    SHARE

    RossiMESINBALAP.com – Insiden kontroversial di MotoGP Sepang yang melibatkan Valentino Rossi dan Marc Marquez membuat banyak pihak angkat bicara. Salah satunya adalah sang legendaris balap motor sekaligus peraih 15 kali juara dunia yakni Giacomo Agostini.

    Kendati eyang Agostini berdarah Italia sama seperti Vale, namun beliau berkomentar lebih arif dan bijaksana, tidak menyudutkan salah satu pembalap. Pria kelahiran 16 Juni 1942 itu menilai Rossi telah kehilangan akal sehatanya, dan tidak seharusnya melakukan tindakan sembrono di GP Malaysia.

    “Aku pikir Valentino telah kehilangan akal sehatanya. Dia sangat gugup, berjuang demi gelar juara. Aku paham itu, namun anda tidak boleh melakukan gerakan seperti itu (gerakan yang membuat Marquez celaka): menurunkan kecepatan, lalu menunggunya dan membuatnya terjatuh”, ucap Agostini, dikutip dari laman AS.

    Agostini pun yakin jika The Doctor sebenarnya tak ingin membuat Marc terjatuh, tapi manuver Rossi tidak bisa dibenarkan lantaran doi membahayakan pembalap lainnya.

    “Aku pikir Valentino tak ingin membuat Marc terjatuh, tapi manuvernya ingin menjatuhkan Marc. Semua orang melihat aksinya, jelas Rossi bersalah: dia hampir berhenti, memandang Marc dan memberitahunya untuk berhenti mengganggunya”, lanjut eyang Agos.

    Lebih jauh, legenda balap motor asal Italia itu menilai Vale emosi dan telah lepas kendali di GP Sepang. Rossi termakan oleh ulahnya sendiri yang memprovokasi Marquez sejak konfrensi pers jelang GP Malaysia.

    Alhasil, senjata makan tuan, Rossi kehilangan kesempatan dapat gelar juara ke-10 musim ini, sayang banget kan. “Dia merupakan juara dunia hebat yang tahu bagaimana caranya mengontrol situasi, namun kali ini mungkin dia (Rossi) telah lepas kendali”, sambung eyang Agos.

    Agostini juga sangat menyayangkan atas apa yang dilakukan The Doctor di konfrensi pers jelang GP Sepang, Malaysia. “Aku pikir Valentino tak perlu membuat kontroversi pada hari Kamis (menuduh Marquez saat konfrensi pers). Dia (seharusnya) mengatakannya di kemudian hari: Minggu sore setelah GP Valencia, dia boleh bongkar semua itu.”

    “Membuat kontroversi seperti itu sebelum dua balapan yang sangat penting, sementara gelar juara dunianya dipertaruhkan, itu tak perlu dilakukan. Sekarang kesempatan meraih gelar juara dunia makin sulit (buat Rossi), kendati masih terbuka. Namun favoritnya bukan Rossi, melainkan Lorenzo”, tutup pakde Agos yang seolah kecewa.

    KOMENTAR