Burgess: Dia Bukan Valentino Rossi yang Aku Kenal!

    Burgess: Dia Bukan Valentino Rossi yang Aku Kenal!

    SHARE

    Valentino Rossi dan Jeremy Burgess (Fiat Yamaha 2010)
    Valentino Rossi dan Jeremy Burgess (Fiat Yamaha 2010)
    MESINBALAP.com – Akhirnya bekas mekanik Valentino Rossi “Jeremy Burgess” angkat bicara soal insiden kontroversial yang terjadi akhir pekan lalu di ronde ke-17 MotoGP Sepang Malaysia. Isu Rossi vs Marquez semakin memanas hingga detik ini, tak hanya antar merk tapi juga antar bangsa-bangsa.

    Burgess sang mekanik legendaris yang selalu bersama Rossi sejak debut pertamanya di kelas GP500cc itu merasa ada yang janggal pada diri Valentino Rossi, terutama di Sepang kemarin.

    Sebagaimana dilansir dari laman Superbikeplanet, Burgess merasa bahwa dia (yang membalap di Sepang) bukan lah Rossi yang dikenalnya selama ini. The Doctor dari dulu terkenal sebagai pembalap yang sangat cerdik dan selalu bisa mengendalikan situasi di lintasan.

    “Itu bukan Valentino Rossi yang aku kenal. Dia tidak bisa mengharapkan Dani dan Marc untuk melaju di tempat ketiga dan keempat, sementara dia dan Lorenzo langsung (berduel di depan)”, ucap Burgess saat dihubungi Superbikeplanet.

    Bahkan tak jarang banyak rivalnya yang terbawa arus kala bertempur melawan dirinya. Namun, di Sepang kemarin, Rossi seolah terbawa emosinya sendiri dan tak dapat mengontrol situasi, hingga akhirnya terpancing permainan Marquez.

    Burgess pun tampaknya bingung dengan aksi Rossi di GP Sepang kemarin. Kendati demikian, mekanik legendaris yang paling dihormati di MotoGP itu yakin kalau Vale tidak menendang Marquez, hanya saja dia mengambil jalur yang tidak wajar.

    “Namun dia jelas memperlambat (lajunya), menegakkan motor dan mengambil jalur yang tidak wajar. Ketika balapan berada di depan semuanya terasa agak aneh. Sekali lagi, (dia) bukan Valentino Rossi yang aku kenal”, sambung Burgess.

    Pria berdarah Australia tersebut menilai aksi Rossi di Sepang kemarin disebabkan oleh stres (tekanan) yang didapatnya musim ini dan beberapa faktor lainnya. “Musim yang panjang memimpin kejuaraan, pria 36 tahun (Rossi), mendapatkan sedikit tekanan terhadap dirinya. Menunjukkan bahwa semakin kita tua tidak membuat kita lebih cerdas”, tutup opa Burgess.

    Burgess sendiri berpisah dengan Rossi pada akhir musim 2013 yang lalu dan posisinya digantikan oleh Silvano Galbusera. Banyak pembalap hebat yang sudah mencicipi karya tangan opa Burgess seperti Mick Doohan, Freddie Spencer, Wayne Gardner dan yang terakhir adalah Valentino Rossi.

    Sumber: superbikeplanet

    KOMENTAR