Jelang MotoGP Valencia 2015: Italia Juga Pernah Terapkan Strategi Persekongkolan

    Jelang MotoGP Valencia 2015: Italia Juga Pernah Terapkan Strategi Persekongkolan

    SHARE

    Persekongkolan Italia di Kelas GP125cc
    Persekongkolan Italia di Kelas GP125cc
    MESINBALAP.com – Pasca race GP Sepang lalu, kini penikmat MotoGP sedunia terus dihebohkan dengan berita persekongkolan yang kabarnya dilakukan oleh pembalap Spanyol. Valentino Rossi dengan jam terbang tingginya di MotoGP telah mencium gelagat aneh itu pada diri Marc Marquez dan Jorge Lorenzo.

    Tak ayal tudingan pun langsung doi lemparkan di konfrensi pers jelang GP Malaysia, dan makin memanas lantaran dibakar oleh media Italia yang semuanya mendukung pembalap asal Negerinya. Puncaknya adalah tragedi senggolan di lap ke-7 GP Sepang yang membuat Marquez ndlosor keluar lintasan. Strategi persekongkolan memang tidak sportif dan tidak etis untuk dilakukan dalam balapan, namun sayangnya tidak ada larangan soal itu di buku aturan MotoGP.

    Namun, jika anda berpikir bahwa Spanyol adalah satu-satunya bangsa yang melakukan persekongkolan di MotoGP, maka anda harus berpikir ulang. Ya, dua puluh lima tahun yang lalu, tepatnya pada 1990 bangsa Italia telah menerapkan strategi persekongkolan di kelas GP125cc, bahkan melibatkan 4 pembalap beken dari Italia termasuk Loris Capirossi, Fausto Gresini, Bruno Casanova dan Dario Romboni.

    Strategi persekongkolan itu terjadi di seri Phillip Island Australia, dimana pasukan Italia ingin menjatuhkan Hans Spaan – pembalap Belanda yang punya peluang juara dunia. Hans yang start dari pole position saat itu hanya selisih 2 poin dengan Capirossi, dan dia hanya perlu finish di depan Capirossi agar juara dunia.

    Namun, usaha Hans tak semulus yang ia harapkan, pasalnya dia diganggu tiga pembalap Italia yang kesemuanya tak punya peluang jurdun, yakni Fausto Gresini, Bruno Casanova dan Dario Romboni. Ketiga pembalap Italia ini secara bahu membahu memuluskan jalan kemenangan buat Capirossi, bahkan sempat main tangan dengan pembalap Belanda.

    Jadi, mungkin ini seperti semacam karma buat bangsa Italia tapi kenapa karma itu harus jatuh ke Rossi?

    Sumber: beritasatu

    KOMENTAR