Alkisah MotoGP 2015: Mulai dari Dani Pedrosa hingga Valentino Rossi

    Alkisah MotoGP 2015: Mulai dari Dani Pedrosa hingga Valentino Rossi

    SHARE

    Alkisah MotoGP 2015MESINBALAP.com – Diana Nasution, pelantun lagu benci tapi rindu, siapa yang tidak kenal dengan artis satu ini? Angkatan babe-babe kite hafal betul dengan syair berikut: “Bukan hanya sekedar penghibur diriku ini sayang, bukan pula sekedar pelepas rindu ini sayang. Sakit hatiku kau buat begitu.” Hubungannya sama MotoGP opo son? Ada dong, mau tau? Berikut analisa saya.

    “Bukan hanya sekedar penghibur diriku ini sayang”, kita tujukan ke pembalap Repsol Honda, siapa lagi kalau bukan Dani Pedrosa. Doi jadi pemenang di sirkuit Sepang Malaysia kemarin, sebagai pemenang doi layak jadi bahan pemberitaan media.

    Entah itu strateginya apa, perasaan dia bisa menang di Malaysia gimana bla..bla… Tapi apa yang Dani Pedrosa dapet? Semua media malah memberitakan perseteruan antara guru dan murid – Valentino Rossi dan Marc Marquez. Sang guru merasa dirinya paling bener, begitu pula sebaliknya. Maka jadilah Dani Pedrosa sebagai penghibur berita.

    “Bukan pula sekedar pelepas rindu”, yang ini buat jagoan Movistar Yamaha Jorge Lorenzo. Kok bisa? Semua penggemar MotoGP tentunya rindu dengan aksi saling susul menyusul kedua pembalap Movistar Yamaha. Lantaran kedua pembalap inilah yang paling berpeluang menjadi juara dunia tahun ini. Kenyataan berkata lain, yang satu nggegas habis-habisan dan yang satunya lagi mikirin nasib muridnya yang ndloosor itu.

    Bait terakhir sudah pasti buat maha guru yang sakit hati sama muridnya. Dari mulai pertama kali ikut balapan sudah diajari ilmu kanuragan, jatuh di tengah balapan sang guru menyempatkan diri menoleh ke belakang. Eeee dikhianati juga dan puncak penghianatan terjadi di negeri Kangguru. Gimana kagak sakit hati yang pada akhirnya kau buat begini.

    Yup, sekedar hiburan saja bro capek kan saling menghujat terus. Kita tunggu saja siapa yang menyandang gelar juara dunia MotoGP 2015 besok di Valencia. Yang menang jangan mengusungkan dada merasa dirinya hebat dan buat yang kalah jangan patah arang.

    KOMENTAR