Berita MotoGP Terkini: Honda Buka Data Telemetri Motor Marquez, Rossi Menendang!

    Berita MotoGP Terkini: Honda Buka Data Telemetri Motor Marquez, Rossi Menendang!

    SHARE
    Senggolan Marquez-Rossi di MotoGP Sepang 2015
    Senggolan Marquez-Rossi di MotoGP Sepang 2015

    MESINBALAP.com – Wakil Presiden HRC, Shuhei Nakamoto, yakin bahwa Valentino Rossi benar-benar menendang motor Marc Marquez di MotoGP Sepang Malaysia akhir pekan lalu. Tidak main-main, Honda mengatakan berani membuka data motor Marquez untuk membuktikan hal tersebut dan mengijinkan orang-orag dari Dorna, FIM atau Media untuk memeriksanya.

    Berikut ini penjelasan panjang Nakamoto dalam email yang diterima Mesibalap siang tadi. Maaf translate seadanya. hehehe…

    “Pertama-tama, kami ingin menyatakan bahwa kami percaya sangat penting untuk berbicara mengenai fakta, bukan soal asumsi. Sebuah fakta adalah fakta dan hanya ada satu penafsiran. Asumsi dapat diterjemahkan dengan cara yang berbeda, tergantung dari sudut mana anda berada. Untuk kebaikan olahraga kami, kami ingin semua orang hanya mempertimbangkan fakta yang terjadi dan jelas sebagai berikut:

    – Marc Marquez memenangi GP Australia, menyalip Jorge Lorenzo di lap terakhir, dan dengan demikian merampas 5 poinnya di Championship.

    – Pada hari Kamis sebelum GP Malaysia di konferensi pers menjelang event, Valentino Rossi menuduh Marc membalap di Phillip Island untuk membantu Jorge Lorenzo.

    – Di GP Malaysia, Rossi sengaja mendorong Marc keluar dari jalur balap yang menyebabkan dia kecelakaan. Race Direction memberinya hukuman atas tindakan ini, dikonfirmasi oleh FIM.

    Sebagai perkara yang sebenarnya, topik tersebut adalah satu-satunya fakta yang bisa kita pertimbangkan dan komentari, setiap diskusi lainnya akan didasarkan pada asumsi. Membicarakan soal asumsi hanya akan meningkatkan suasana negatif yang sedang kita hadapi saat ini, tapi tidak akan mengubah realitas yang terjadi.”

    Apa pendapat anda mengenai situasi saat ini setelah GP Malaysia?

    “Kami selaku HRC sangat menyesal situasi ini telah tercipta. Pertama-tama, kami ingin menggarisbawahi bahwa Marc telah dituduh tanpa bukti, setelah balapan Phillip Island. Jelas tidak ada alasan pendukung bahwa ia ingin membantu pembalap manapun dalam pertempuran Championship, mengingat ia menyerang agar memenangkan perlombaan dan ini dilakukannya. Setelah meninjau gambar lebih lanjut, anda dapat dengan jelas melihat Valentino dan Marc berjabat tangan setelah bendera finish di Australia, mengakui pertarungan hebat dan fair.”

    Apakah anda percaya pertempuran di GP Malaysia antara Marc dan Valentino merupakan buah dari tuduhan Valentino?

    “Kami sejujurnya tidak berpikir ini kasusnya. Kami semua tahu Marc membalap 100% sepanjang waktu, itu salah satu alasan kami semua mencintainya dan dia memiliki begitu banyak fans di seluruh dunia. Marc selalu menyerang secara maksimal untuk mencapai hasil terbaik. Dia punya pertarungan hebat dalam karirnya dengan banyak pembalap, dan tidak ada yang mengeluh tentang hal itu. Di Malaysia, kita tahu bahwa Marc berusaha keras di awal balapan dengan tangki penuh, seperti yang terjadi beberapa kali dalam musim ini. Juga di Sepang dia melakukan kesalahan di awal balapan dan ini menyebabkan Jorge menyalipnya. Kemudian Valentino datang dan mereka mulai bertarung untuk peringkat ketiga. Overtakenya ekstrim, tapi aman, dari kedua pembalap tersebut. Dua orang jawara terhebat yang telah kita lihat bertarung bersama-sama di lintasan.”

    Mungkinkah Marc memperlambat laju Valentino?

    “Catatan waktu yang mereka lakukan cukup cepat, jelas menunjukkan bahwa tidak ada niat dari Marc untuk memperlambat laju Valentino. Selain itu, setelah Marc terjatuh dan Valentino mendapatkan jalan terbuka di depannya, catatan waktunya tidak lebih cepat dibandingkan selama pertempuran dengan Marc. Kami percaya, mereka berdua menyerang secara maksimal. Keduanya ingin posisi ketiga dan berusaha mengejar ketinggalan dengan Dani dan Jorge, tapi tentu saja pertempuran ini membuka GAP dengan dua pembalap terdepan. Inilah balapan dan ketika anda memiliki dua pembalap berbakat seperti Marc dan Valentino anda bisa menyaksikan pertempuran indah seperti yang kita lihat.”

    Apakah anda percaya Valentino menendang motor Marc?

    “Jelas bahwa Valentino sengaja memaksa Marc keluar lintaran, yang menyalahi peraturan, itu sebabnya Marc tidak punya pilihan lain selain melebar. Data dari motor Marc menunjukkan bahwa meskipun dia mengangkat motor (tapi) dia berusaha untuk menghindari kontak dengan Valentino – tuas rem depannya tiba-tiba menerima dampak yang mengunci ban depan (motornya), inilah yang menjadi penyebab kecelakaannya. Kami percaya bahwa efek ini merupakan hasil dari tendangan Rossi. Akuisisi data dari motor Marc tersedia jika ada orang dari Dorna, FIM atau Media ingin memeriksanya.”

    Apakah anda percaya Marc berkata jujur ketika dia bilang tidak memperlambat laju Valentino di Sepang?

    “Aku tahu Marc dengan baik. Dia seorang pria yang baik, dengan nilai-nilai yang kuat dan jujur. Marc hanya berusaha mempertahankan posisinya, sebagai pembalap apapun akan dilakukan dan kami percaya dia 100%.”

    Bagaimana menurutmu soal tindakan Race Direction?

    “Kami menghormati keputusan Race Direction dan tidak ingin memberikan penilaian jika hukuman yang diberikan mereka benar atau salah. Namun, kami percaya ada cukup bukti untuk membiarkan mereka mengambil keputusan selama balapan, tidak perlu menunggu sampai akhir lomba.”

    Apa pendapat anda tentang banding Valentino kepada CAS (Pengadilan Arbitrase Olahraga) terhadap Race Direction dan keputusan FIM?

    “Itu haknya. Kami akan menghormati keputusan CAS.”

    Orang-orang mengatakan bahwa Marc bertarung melawan Valentino itu tidak adil karena Marc tidak bertarung demi Championship, sementara Valentino (sedang berburu gelar juara).

    “Inilah balapan! Tidak ada komentar atau kekhawatiran setelah Dani bertarung melawan Valentino di Aragon dan menghajarnya, dan juga di Phillip Island dengan Iannone – tidak ada yang menuduh Andrea berusaha membantu salah satu kompetitor melebihi yang lain. Ini merupakan musim yang sulit dan di Sepang Marc hanya ingin merebut hasil terbaik buat dia dan timnya, bukanlah sifatnya untuk puas di posisi keempat ketika ada kesempatan untuk memperjuangkan posisi ketiga. Kita juga harus melihat kembali ke Motegi 2010 ketika Valentino telah keluar dari persaingan memperebutkan gelar juara dunia tetapi menjalani pertarungan hebat dengan rekan setimnya Jorge. Setelah balapan, ketika Jorge mengeluh tentang Valentino terlalu agresif dan tidak ada artinya karena dia telah keluar dari Championship, Valentino berkomentar: “Saya berkata kepada Yamaha, apa yang anda harapkan dari saya, finish di belakang? Jika aku tahu ini maka saya akan tinggal di rumah. “Kami benar-benar setuju dengan pendekatan Valentino dan akan selalu mendukung pembalap kami untuk mencapai hasil yang terbaik.”

    Apa pendapat anda tentang Valentino saat ini?

    “Valentino adalah juara terhebat dari olahraga kami ini. Kami percaya dia sudah melakukan pekerjaan hebat tahun ini, dan jika dia memenangi kejuaraan (musim ini) dia benar-benar layak untuk itu, karena dia konsisten dan sangat cepat sepanjang tahun. Faktanya dia berusia 36 tahun yang menambah rasa respek terhadap juara hebat seperti ini. Karena itu, kami tidak paham tuduhannya terkait dengan balapan Phillip Island dan manuver di Sepang. Kami berharap Valentino akan memikirkannya lagi dan memahami kesalahannya.”

    Apa target anda untuk Valencia?

    “Seperti biasanya, target kami adalah untuk menang! Harapan kami adalah bahwa Marc dan Dani bisa berjuang meraih kemenangan. Jika mereka bisa finish pertama dan kedua – tak masalah untuk urutannya – maka kami akan sangat senang. Pertama-tama, karena kami ingin menyelesaikan musim ini dengan 4 kemenangan berturut-turut, kedua karena jika mereka berdua berada di depan Jorge dan Valentino, hasilnya mereka tidak akan berpengaruh dalam pertempuran gelar juara dan akhirnya kami berharap semua orang akan mengerti bahwa pembalap Honda membalap untuk menang dan kompetisi murni, tidak ada yang lain.”

    KOMENTAR