Berita MotoGP: Sirna Sudah Harapan Rossi untuk Raih Gelar Juara ke-10? Batal...

    Berita MotoGP: Sirna Sudah Harapan Rossi untuk Raih Gelar Juara ke-10? Batal Nikah Juga?

    SHARE
    Berita MotoGP: Sirna Sudah Harapan Rossi untuk Raih Gelar Juara ke-10
    Berita MotoGP: Sirna Sudah Harapan Rossi untuk Raih Gelar Juara ke-10 (Foto: Yamaha MotoGP)

    MESINBALAP.com – Keputusan CAS yang menolak banding Valentino Rossi tidak hanya memupuskan harapannya dalam meraih gelar juara ke-10. Namun, lebih dari itu, di luar sana jelas banyak fans Rossi yang sangat kecewa dengan keputusan Dewan Pengadilan Arbitrase Olahraga itu.

    Sialnya lagi Vale sudah berjanji mau menikahi kekasihnya yakni Linda Morselli, itu jika doi bisa meraih gelar ke-10 musim ini. Kalau tak juara? Rossi telah menjalin hubungan spesial dengan Linda Morselli sejak tahun 2012 silam. Keduanya pertama kali bertemu di seri GP San Marino 2008, dimana Linda menjadi gadis payung Rossi.

    Kendati demikian, peraturan tetap lah peraturan yang jika dilanggar tentu diganjar hukuman setimpal. Manuver Rossi terhadap Marquez telah dinyatakan bersalah oleh FIM dan hukuman yang ia terima tak bisa ditangguhkan di Valencia. Dengan kata lain, Rossi mau gak mau harus start dari posisi belakang.

    Nah apakah harapan Rossi untuk meraih gelar juara ke-10 sudah benar-benar sirna? Bisa dibilang 90% sudah sirna, sisanya yang 10% hanya harapan kecil dan sebuah keajaiban, mengingat Rossi diwajibkan start dari grid paling belakang.

    Bicara soal rival, Valencia ini kandangnya joki Spanyol dan wilayah teritori mereka, khususnya Trio Spanyol yakni Jorge Lorenzo, Marc Marquez dan Dani Pedrosa. Ketiganya selalu tampil ciamik disana, sementara Rossi tercatat jarang sekali bisa moncer disana.

    Rossi terjatuh di GP Valencia 2006
    Rossi terjatuh di GP Valencia 2006 (Foto: Crash)

    Bahkan jika kita sudi menengok ke belakang, di GP Valencia 2006 The Doctor tumbang melawan Nicky Hayden saat berebut gelar juara dunia. Rossi saat itu tengah mengejar rekor pemegang juara dunia 6 kali berturut-turut dengan selisih 13 poin dari Hayden. Namun, nahas Rossi terjatuh di lap ke-5 balapan.

    “Sepanjang karirku, aku pernah mengalami pertarungan di akhir seri (MotoGP) untuk berebut gelar juara dunia. Aku ingat bahwa aku sedikit khawatir di tahun 2006 karena Valencia bukanlah sirkuit favoritku”, kata Rossi dua tahun yang lalu saat mengomentari pertarungan Marc Marquez dan Jorge Lorenzo di Valencia.

    Nah kini selisih poin antara Rossi dengan Lorenzo hanyalah 7 poin. Bicara soal Lorenzo, pembalap Spanyol yang satu ini bukanlah joki sembarangan. Gaya balapnya bisa dibilang hampir mirip dengan Casey Stoner.

    Kalau sudah start di grid terdepan dijamin Lorenzo langsung melejit kabur duluan. Itu sudah tabiat Lorenzo sejak dulu, bahkan dia sempat dicemooh para penonton lantaran gaya balapnya itu tak menyuguhkan pertunjukan menarik alias sangat membosankan dan mirip touring moge.

    Jorge Lorenzo bukan pembalap sembarangan
    Jorge Lorenzo bukan pembalap sembarangan (Foto: Yamaha MotoGP)

    Namun, di balik itu, gaya balap Lorenzo tersebut justru bermanfaat dalam kondisi genting seperti ini, dimana dia perlu menjauh dari Rossi agar bisa juara dunia. JL sendiri bilang: “Aku siap lakukan segalanya di lintasan untuk mendapatkan gelar juara ini.”

    Mengharapkan Lorenzo terjatuh? Boleh boleh saja, tapi itu sangat mustahil, mengingat gaya balap JL yang super stabil dan jarang jatuh. Tahun ini dia hanya sekali terjatuh di GP Misano 2015, itu pun dalam kondisi balapan basah dengan skema flag-to-flag.

    Sabotase motor Lorenzo? Bisa saja jika Yamaha lebih menginginkan Rossi yang jadi juara dunia ketimbang Lorenzo di Valencia nanti. Namun, sepertinya itu juga mustahil, tau kan Movistar sponsor Yamaha itu dari Spanyol. Tentu mereka tak ingin ada kecurangan dalam satu tim.

    Kemungkinan kecil lain yang bisa menambah peluang Rossi adalah jika motor Lorenzo meleduk di tengah perlombaan hingga membuatnya tak bisa melanjutkan balapan. Jadi, sekarang ini hanya keajaiban yang bisa membuat Vale merengkuh gelar juara dunia ke-10.

    KOMENTAR