Drama MotoGP 2015: Semua Berawal dari Poster Rossi di Kamar Marquez

    Drama MotoGP 2015: Semua Berawal dari Poster Rossi di Kamar Marquez

    SHARE
    Drama MotoGP 2015: Semua Berawal dari Poster Rossi di Kamar Marquez
    Drama MotoGP 2015: Semua Berawal dari Poster Rossi di Kamar Marquez

    MESINBALAP.com – Dalam beberapa tahun ke depan, seri pamungkas MotoGP Valencia 2015 mungkin akan dikenang sebagai salah satu balapan yang paling spektakuler dalam sejarah MotoGP. Ronde terakhir dari gelaran MotoGP musim ini pun terbilang sangat heboh dan luar biasa.

    Ceritanya dimulai dua Minggu yang lalu di Sepang, Malaysia. Hmmm bukan, lebih tepatnya Sepang adalah buntut dari apa yang sudah terjadi di Grand Prix Phillip Island, Australia. Dan Phillip Island adalah buntut dari apa yang sudah terjadi di GP Assen dan Argentina awal musim ini.

    Lalu darimana asal muasal ceritanya? Mungkin drama sebenarnya dimulai dari kamar tidur seorang anak kecil yang bernama Marc Marquez, dimana dia memasang poster idolanya yaitu Valentino Rossi, tepat di dinding kamar tidurnya.

    Tapi kemudian Rossi marah besar dan mempertanyakan perihal poster itu. Rossi menyangkal, seolah tak percaya kalau Marquez benar-benar mengidolakannya. Ini hanyalah kedok yang digunakan Marquez sebagai pencitraan belaka, menurut Carlo Pernat. “Anda tak tahu kalau Marc adalah pendusta yang ulung”, kata Rossi kepada Pernat tiga tahun yang lalu.

    Sampailah di Grand Prix Sepang dua Minggu yang lalu, Rossi melemparkan beragam tuduhan yang tidak hanya membuat Marquez terhenyak, tapi juga seluruh penggemar MotoGP jadi terkaget-kaget. Rossi juga menuding kalau Marc masih menyimpan dendam kesumat terhadapnya akibat insiden senggolan yang terjadi di MotoGP Assen dan Argentina.

    Semenjak itu tensi persaingan menjadi sangat panas di MotoGP. Sayangnya, Rossi tersulut oleh emosinya sendiri. Hingga Marquez terjatuh akibat manuvernya di Sepang dan berbuah penalti 3 poin dari FIM yang berakibat fatal, Rossi harus start dari posisi terakhir di GP Valencia Minggu ini.

    Marquez mengaku mengidolakan Rossi sejak kecil tapi dianggap pendusta oleh idolanya sendiri
    Marquez mengaku mengidolakan Rossi sejak kecil tapi dianggap pendusta oleh idolanya sendiri

    Publik terhenyak atas hukuman Rossi itu, sampai munculah gagasan petisi online untuk mencabut hukuman tersebut. Memang benar, Rossi hanyalah seorang pembalap MotoGP yang juga harus mematuhi regulasi yang ada dan FIM membuktikan bahwa keputusan mereka tetap tidak bisa digugat.

    Hingga akhirnya Rossi naik banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) yang kemudian coba diintervensi Lorenzo. Namun, tak butuh waktu lama bagi CAS untuk menolak banding keduanya.

    Rossi dan Lorenzo dipersilahkan untuk tak lagi bergulat di atas meja hijau. Dengan kata lain, kedua bintang Yamaha itu dipersilahkan untuk bertarung sebagai pembalap sejati di atas lintasan balap.

    Nah siapakah juaranya? Rossi, sang legenda balap dengan 9 kali juara dunia MotoGP? Atau justru Lorenzo, pembalap yang paling sering dicemooh oleh penonton?? Tunggu tanggal mainnya…

    KOMENTAR