All-New Yamaha R1 & R1M Terkena Recall Akibat Cacat Transmisi

    All-New Yamaha R1 & R1M Terkena Recall Akibat Cacat Transmisi

    SHARE
    All-New Yamaha R1 & R1M Terkena Recall Akibat Cacat Transmisi
    All-New Yamaha R1 & R1M Terkena Recall Akibat Cacat Transmisi

    MESINBALAP.com – Yamaha bakal segera melakukan recall terhadap dua superbike barunya yakni All-New R1 dan R1M produksi tahun 2015. Yamaha mengusung kampanye recall yang bertajuk “Factory Modification Campaign” dan penarikannya sendiri akan dimulai pada pertengahan bulan depan.

    Dilansir dari Asphaltandrubber, recall kali ini sangat genting karena terdapat cacat komponen pada gearbox atau transmisi Yamaha YZF-R1 dan YZF-R1M. Daya tahan material komponen di sekitar gearbox dinilai tak cukup kuat untuk mengimbangi besarnya power superbike itu.

    Akibatnya gearbox bisa rompal kalau sang joki melakukan perpindahan gigi (shifting gear) dengan cukup ekstrim. Dan masalah inilah yang dianggap bisa memicu kecelakaan fatal.

    Namun, recall lebih difokuskan pada gigi kedua sebab bisa memicu macetnya transmisi ketika gearbox berada dalam tekanan yang sangat tinggi. Misal saat R1/R1M digeber di trek balap atau di jalan raya dengan pemakaian ekstrim. Kalau sudah macet gini gearbox kemungkinan bisa pecah.

    Akibat buruk lainnya adalah perpindahan gigi transmisi jadi tidak tepat. Tapi masalah tak cuma di gigi kedua saja, karena gigi 3 dan gigi 4 juga mengundang masalah. Gigi 3 dan gigi 4 ini bisa rontok karena pemicu yang sama yakni pemakaian ekstrim.

    Mesin Yamaha YZF-R1 2015
    Mesin Yamaha YZF-R1 2015

    Seperti yang sudah disebutkan diatas, semua masalah ini disebabkan oleh material komponennya yang tak cukup kuat. Khususnya durabilitas komponen di sekitar gearbox. Yamaha akan mengganti komponen gearbox-nya dengan rancangan yang berbeda.

    Untunglah recall ini hanya mempengaruhi beberapa unit dari All-New Yamaha R1 dan R1M, jadi bukan recall masal. Akan tetapi karena masalah ini Yamaha dikabarkan menghentikan penjualan kedua superbike itu untuk sementara waktu.

    Nah, bagaimana untuk Indonesia? Amankah?

    KOMENTAR