Kata Marquez, Power Honda RC213V 2016 Lebih Nampol Di Putaran Bawah

    Kata Marquez, Power Honda RC213V 2016 Lebih Nampol Di Putaran Bawah

    SHARE
    Marc Marquez - Tes MotoGP Jerez Desember 2015 Hari ke-2
    Marc Marquez – Tes MotoGP Jerez Desember 2015 Hari ke-2

    MESINBALAP.com – Honda RC213V 2015 memang terkenal galak, saking galaknya Marc Marquez kerap kali terpental saat menggebernya. Itu tak lain karena mesinnya over agresif alias terlalu liar. Beda dengan Yamaha M1 yang power delivery-nya memang mulus, bahkan semulus paha ayam kampus. hehehe

    Masalah itu yang akhirnya membuat Honda ingin menurunkan sikit powernya. Ya biar penyaluran tenaganya mulus layaknya Yamaha M1, kan memang dulu petinggi HRC Shuhei Nakamoto berkeinginan buat motor yang semulus M1.

    Mungkin itu pula yang membuat dua pembalap pabrikan Yamaha jarang ndlosor, karena kestabilan M1 saat dipacu di lintasan balap. Beda dengan Honda RC213V yang dibuat belok saja rodanya pecicilan ke kanan ke kiri tak terkendali, itu kata Cal Crutchlow yang membela tim Satelit LCR Honda.

    “Hari ini konsentrasiku di software Magneti Marelli dan terutama di mesin baru. Jelaslah kami perlu mapping yang berbeda untuk mesin 2015 dan 2016. Karena karakter keduanya sangat berbeda, jadi kami memilih mengutak-atik mesin 2016”, ujar Marquez dalam rilis Repsol Honda yang diterima Mesinbalap.

    Marquez geber Honda RC213V 2016 - Tes Jerez Desember 2015
    Marquez geber Honda RC213V 2016 – Tes Jerez Desember 2015

    Jika RC213V tetap agresif pada musim depan, tentu itu akan menyulitkan pembalapnya. Sebab tahun depan regulasi single ECU Magneti Marelli akan berlaku di MotoGP, plus ban Michelin 17-inci.

    Namun, kata Marquez mesin baru yang dibawa Honda punya lebih banyak power sejak putaran bawah. Untuk setingannya masih diraba-raba biar balance antara power dan torsinya.

    “Mungkin besok kami akan mengutak-atik mesin 2015 yang memang jauh lebih agresif di putaran atas. Sekarang mesin 2016 punya lebih banyak power di RPM bawah tapi kami tetap akan cari setingan terbaik agar torsi bisa tersalur halus. Kami harus cari balance terbaiknya”, pungkas MM.

    KOMENTAR