Berita MotoGP: Honda Pakai Sistem Kruk As Terbalik di Mesin Baru RC213V,...

    Berita MotoGP: Honda Pakai Sistem Kruk As Terbalik di Mesin Baru RC213V, Wah Mirip Yamaha M1

    SHARE
    Honda RC213V 2016 (Marc Marquez)
    Honda RC213V 2016 (Marc Marquez)

    MESINBALAP.com – Sudah berkali-kali wakil presiden HRC, Shuhei Nakamoto, mengatakan bahwa Honda ingin membuat sebuah motor prototipe MotoGP seperti Yamaha YZR-M1. Dalam artian sebuah kuda besi yang gampang dikendarai oleh pembalap (easy to ride) dan lebih jinak, serta tidak terlalu liar dan agresif seperti generasi Honda RC211V-RC213V. Sekarang apa yang dikatakan Nakamoto-san benar-benar menjadi kenyataan.

    Mulai musim ini Honda akhirnya mengikuti langkah Yamaha dengan mengaplikasikan Reverse-Rotating Crankshaft pada mesin baru RC213V. Apa itu reverse/contra-rotating crankshaft? Sebuah kruk as alias crankshaft alias poros engkol yang berputar berlawanan dengan arah putaran roda. Dengan kata lain itu kruk as yang rotasinya terbalik. Hal inilah yang menjadi pembeda dengan Honda RC213V musim lalu yang tergolong sangat liar karena menggunakan layout Forward-Rotating Crankshaft. Khususnya saat keluar masuk tikungan motor terlihat liar dan agresif.

    Karena adanya efek giroskopik, maka layout kruk as dengan rotasi terbalik itu juga punya efek negatif yakni motor jadi lebih lemot di trek lurus. Tak salah kalau Marc Marquez kemarin sempat bilang bahwa Honda RC213V tahun ini lemot dan kurang akselerasi dibanding prototipe spek tahun lalu. Bahkan kalah akselerasi dari Suzuki GSX-RR. Namun, semua itu terbayarkan saat keluar masuk tikungan motor jadi lebih stabil, anteng, tak gampang wheelie dan ini mirip seperti karakter Yamaha M1 yang kencang di tikungan.

    Bicara soal Reverse-Rotating Crankshaft, komponen kruk as model begini sudah lama dipakai Valentino Rossi di Yamaha M1 sejak 13 tahun silam. Rossi menemukan adanya komponen kruk as terbalik itu di mesin YZR-M1 ketika dirinya pertama kali hijrah ke Yamaha pada musim 2004 lalu. Oh ya kelupaan, M1 kala itu juga sudah dibekali crossplane crankshaft. Tentu saat masih bersama opa Burgess di tahun-tahun awal era MotoGP 4-tak.

    Rossi jajal Yamaha M1 2004 (0WP3) Inline-4 990cc DOHC 4-klep dengan Crossplane Crankshaft
    Rossi jajal Yamaha M1 2004 (0WP3) Inline-4 990cc DOHC 4-klep dengan Crossplane Crankshaft

    “One feature that Rossi came to appreciate after his first test aboard the M1 was Yamaha’s trademark reverse rotating crank layout. Put simply the reverse (compared to the rotation of the front and rear wheels) rotating crank partially counteracts the gyroscopic forces created by the front and rear wheels. Gyroscopic forces – which can be simulated by spinning a bicycle wheel in your hands while holding the axel – normally hinder the bike’s ability to turn in responsively. On the M1 the reveres rotating crank partially neutralizes this force and as a result lightens the M1’s turn-in response. Basically Rossi only needs to think where he wants the bike to go and its there. Just take a look back at some of the passing moves he made under brakes last year to see the advantages.” (R1-Forum)

    Tak heran kalau Yamaha M1 kala itu kalah kencang dari Honda RC211V dan sangat kedodoran di trek lurus. Bahkan boleh dibilang akselerasinya lebih lemot, tapi terbayarkan saat keluar masuk tikungan. Ini juga yang menyebabkan generasi Honda RCV selalu keteteran saat melibas tikungan lantaran sistem forward-rotating crankshaft yang berputar searah dengan arah perputaran roda, seperti yang dipakai motor harian pada umumnya.

    Yamaha YZR-M1 2004 (0WP3)
    Yamaha YZR-M1 2004 (0WP3)

    Beberapa pabrikan di era MotoGP 4-tak sudah lebih dulu mengaplikasikan reverse-rotating crankshaft alias kruk as dengan rotasi terbalik, termasuk Yamaha dengan YZR-M1, Suzuki dengan GSV-R hingga GSX-RR, Ducati dengan Desmosedici GP15, serta Aprilia dengan prototipe terbaru RS-GP 2016. Namun, Honda tercatat sempat menggunakan sistem kruk as terbalik pada kuda besi legendaris NSR500 1987 di era GP500 2-tak.

    MUST READ: Top Speed Honda RC213V Kalah dari Yamaha M1 dan Ducati GP16

    Awalnya juga karena keganasan mesin V4 2-tak generasi pertama milik Honda NSR500 1984 yang terlalu liar lantaran efek giroskopik yang dihasilkan sistem kruk as yang rotasinya searah putaran roda itu. Disebut terlalu liar karena ban depan kerap terangkat saat akselerasi, beda dengan sistem kruk as terbalik yang justru menahan ban depan agar tidak terangkat saat akselerasi. Begitu kira-kira salah satu efek positifnya!

    Honda RC213V 2016 (Dani Pedrosa)
    Honda RC213V 2016 (Dani Pedrosa)

    “Reverse-rotating engine also reduces wheelies, because the crank’s torque reaction pushes the front wheel down during acceleration, rather than lifting it. In theory, a reverse-rotating crank also increases understeer in corners, making the bike run wide on the exit, which can prevent the rider from getting on the throttle. But presumably all these costs are worthwhile because this year Honda reversed the engine rotation of their RC213V.” (MotorSportMagazine)

    Adapun Yamaha, ternyata juga sudah menggunakann crankshaft dengan rotasi terbalik di YZR500 1984 (0W76). HRC melihat hal itu sebagai alasan kuat mengapa Yamaha selalu lebih unggul di sektor handling.

    Honda NSR500 1987, Wayne Gardner
    Honda NSR500 1987, Wayne Gardner

    “Just as significantly, they also changed the direction of crankshaft rotation. Ever since ’84 there had been dark mutterings about ‘single-crank voodoo’ and a growing belief that the crank’s gyro effect was responsible for the bike’s wayward handling. In other words, crankshaft inertia made it hard work to steer the bike from its current course. Yamaha ran contra-rotating cranks, which canceled out any gyro effect, HRC thought that was the reason the Yamaha handled better.”

    “Two years later these suspicions would push HRC into testing their own twin-crank motor (not long for life, alas, for the single crank was now The Honda Way) but for now a change of rotation would have to do. Before ’87 the NSR crank rotated anti-clockwise, so when the rider opened the throttle, the front would go light, sending the bike disastrously wide on corner exits.” (Superbikeplanet)

    Yamaha YZR500 1984 (0W76)
    Yamaha YZR500 1984 (0W76)

    “There was another advantage to the Big Bang. Although reversing crank rotation in ’87 had solved front-end lift, it hadn’t totally exorcised single-crank voodoo.”

    Biasanya Honda selalu jadi yang terdepan dalam hal pengembangan motor seperti kasus SSG (seamless-shift gearbox) yang lalu. Tapi sekarang persetan dengan omongan copy paste? Tak perlu jadi yang pertama, toh yang penting menang di MotoGP, bukan begitu?

    Sumber: MotorSportMagazine, R1-Forum & Superbikeplanet

    KOMENTAR