Berita MotoGP: Bujuk Rayu Schwantz Tak Mempan, Vinales: Schwantz itu Cuma Jurdun...

    Berita MotoGP: Bujuk Rayu Schwantz Tak Mempan, Vinales: Schwantz itu Cuma Jurdun Sekali di Suzuki

    SHARE
    Maverick Vinales, Suzuki Ecstar
    Maverick Vinales, Suzuki Ecstar

    MESINBALAP.com – Bujuk rayu mantan juara dunia GP500cc Kevin Schwantz terhadap Maverick Vinales ternyata tak mempan juga. Schwantz diketahui membujuk Vinales beberapa hari yang lalu dengan iming-iming “kamu bisa juara sepertiku dengan Suzuki dan menjadi legenda MotoGP. Suzuki motor yang kompetitif seperti Yamaha”.

    Tujuan Schwantz tentu saja agar Vinales mau bertahan di Suzuki. Sebab hampir semua orang di tim Suzuki Ecstar telah membujuknya, termasuk David Brivio orang yang paling punya pengaruh di tim tersebut. Lalu apa tanggapan Vinales?

    “Suzuki adalah sebuah keluarga dan mereka mempercayaiku. Aku melakukan debut pertamaku bersama mereka di kelas premier dan aku bergaul sangat baik dengan timku dan juga pimpinan manajemen Suzuki”, ucap Vinales dalam wawancara eksklusif dengan Cycleworld.

    “Aku tahu jika aku bertahan di Suzuki, pengembangan motor akan dilakukan di sekelilingku dan hal ini membantuku. Sebuah mimpi yang romantis bisa mencoba dan meraih gelar juara dunia untuk Suzuki seperti yang dilakukan Kevin Schwantz.”

    Namun, Vinales cukup cerdas dalam menjawab rayuan Schwantz. Menurutnya, mantan pembalap GP500 itu cuma mempersembahkan satu gelar juara dunia saja buat Suzuki. Sementara di era tersebut Mick Doohan terbilang sangat sukses bersama Honda dengan raihan lima kali gelar juara dunia.

    Memang betul, Schwantz meraih satu kali gelar juara dunia di kelas GP500cc bersama tim Lucky Strike Suzuki pada tahun 1993 dengan raihan 248 poin di akhir musim.

    Vinales Suzuki GSX-RR

    “Tapi Kevin hanya meraih satu gelar juara dunia, sedangkan pada tahun-tahun tersebut Mick Doohan memenangkan lima gelar juara dunia bersama Honda. Hal inilah yang membuatku berpikir. Aku yakin bahwa motor Kevin saat itu tidak sama kompetitifnya dengan motor lainnya dan dia membuat perbedaan”, jelas Vinales.

    Hal inilah yang akhirnya membuat Vinales berpikir ulang bahwa dia perlu motor yang kompetitif agar menang! Realistis saja lah, kata Vinales tak mungkin jadi legenda MotoGP dengan hanya finish di posisi keempat atau kelima.

    BACA JUGA: Vinales Resmi Bergabung dengan Yamaha

    “Nah memiliki motor yang kompetitif adalah kuncinya. Pokoknya aku bangga jika seseorang menempatkan namaku di samping Schwantz, tapi pada akhirnya anda butuh hasil. Kalau aku finish keempat atau kelima, aku bukan seorang legenda, bahkan dengan Suzuki sekali pun”, sambungnya.

    Maverick Vinales, Suzuki Ecstar
    Maverick Vinales, Suzuki Ecstar

    Vinales pun tak bisa menolak tawaran Yamaha yang memang kerap juara dibandingkan dengan Suzuki. Karena dia sendiri pada akhirnya butuh tim yang kompetitif agar mampu menang di balap MotoGP.

    “Jadi aku harus mencari sesuatu yang mampu membantuku untuk meraih gelar juara dunia. Dan jika tim yang telah memenangkan gelar juara dunia mencari anda, maka sulit untuk mengatakan TIDAK”, timpal pembalap berusia 21 tahun itu.

    KOMENTAR