Adakah Konspirasi Honda vs Yamaha Menyangkut Harga Jual Motor?

    Adakah Konspirasi Honda vs Yamaha Menyangkut Harga Jual Motor?

    SHARE

    Konspirasi Honda vs YamahaMESINBALAP.com – Pasti anda sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Konspirasi. Seperti yang heboh baru-baru ini Teori Konspirasi Bumi Datar (Flat Earth). Tapi ini bukan masalah buminya yang datar ataupun bulat, apalagi soal Mbokenom Go ehh Pokemon Go yang lagi booming di jagat raya.

    Ini soal Honda dan Yamaha yang dituding melalukan praktik curang dalam penjualan sepeda motor di Indonesia. Kedua produsen otomotif Jepang ini selalu bersaing ketat dalam hal penjualan hingga berdarah-darah. Kini disinyalir melakukan praktik curang atau mungkin konspirasi, benarkah?

    Oke mari kita buka Wikipedia, disana disebutkan: “Teori konspirasi alias teori persekongkolan merupakan teori yang berusaha menjelaskan bahwa penyebab tertinggi dari suatu rangkaian peristiwa adalah rahasia dan seringkali memperdaya, direncanakan diam-diam oleh sekelompok orang-orang rahasia atau organisasi yang sangat berkuasa atau berpengaruh”.

    “Teori ini ada di seputaran gerak dunia global dan merambah hampir ke semua ranah kehidupan manusia, dari urusan politik sampai makanan. Orang yang tidak percaya selalu menganggap semua hanya olok-olok, mengada-ada, menyia-nyiakan waktu, kurang kerjaan dan sebagainya. Bagi para penganutnya, teori itu tidak serta-merta muncul mendunia tanpa ada yang menciptakan polanya.”

    Dilansir dari Viva News, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menduga Honda dan Yamaha mencari keuntungan sebesar-besarnya dari penjualan sepeda motor dengan cara yang tidak sehat. KPPU memang sudah cukup lama menduga jika kedua produsen itu melakukan praktik kartel. Motor yang seharusnya bisa dijual lebih murah, kini malah terus melambung tinggi, padahal hampir semua komponennya sudah lokal?

    Honda Beat POP ESP dan Yamaha Mio M3

    Syarkawi Rauf selalu Ketua KPPU meyakini jika Honda dan Yamaha bersekongkol dalam memonopoli pasar roda dua di tanah air, khususnya di segmen skutik 110-125cc. Terkait dugaan kartel, pihaknya telah menggelar sidang pemeriksaan pendahuluan pada Selasa 19 Juli 2016 lalu dan akan melibatkan saksi ahli di persidangan selanjutnya.

    “Untuk diperkarakan, tentu wajib memenuhi dua alat bukti, dan kami sudah memilikinya. Bukti yang kami miliki yakni bukti komunikasi yang dijalin keduanya terkait itu (sekongkol harga), dokumen-dokumen”, ujar Syarkawi kepada Viva News.

    KPPU tengah menunggu bantahan dari kedua produsen Jepang itu terkait dugaan kartel. Diberikan tenggat waktu hingga satu pekan ke depan. Adapun proses persidangannya akan bergulir selama tiga bulan, lalu diputuskan bersalah atau tidak. “Setelah mereka berikan sanggahan, sidang akan dilanjutkan dengan pemeriksaan lanjutan”, terangnya.

    Sejak tahun 2013-2014 lalu, kedua pabrikan asal Jepang itu terpergok telah menjalin komunikasi untuk melakukan konspirasi alias persekongkolan. Sementara dugaan konspirasi keduanya tercium pada tahun lalu dengan bukti-bukti yang berasal dari hasil pemeriksaan selama satu tahun terakhir.

    Seperti ini konspirasi Honda vs Yamaha di segmen skutik???
    Konspirasi? hehe

    Selain itu, pergerakan harga motor skutik Honda dan Yamaha diduga tidak wajar. Sebab saling beriringan, dimana kenaikan harga motor skutik Yamaha selalu mengikuti kenaikan harga motor skutik Honda. Syarkawi menilai kedua produsen itu menjual skutik hingga dua kali lipat dari biaya produksi.

    “Sebenarnya, biaya produksi mereka itu cuma Rp 7-8 jutaan, tapi kini dijual mahal (di atas Rp15 juta per unit). Mereka jual hingga dua kali lipat. Sebenarnya angka itu cukuplah bagi mereka untuk mendapatkan keuntungan”, lanjutnya.

    Menurut Syarkawi, Honda dan Yamaha seharusnya bisa mengambil keuntungan sekitar 20 persen saja. Sehingga harga jual matik akan berada di kisaran Rp 10 jutaan, bukannya melambung hingga dua kali lipat.

    Sumber: Viva News

    KOMENTAR