Home Drag Bike Dragbike Slawi 2017: Elek…Edan na…Tanpa Batas Ninja Tune Up Ciptakan Tren 06,8...

    Dragbike Slawi 2017: Elek…Edan na…Tanpa Batas Ninja Tune Up Ciptakan Tren 06,8 Detik

    SHARE

    MESINBALAP.com – Sesuai dengan judul, itu bahasa gaul-nya anak-anak seputar Karesidenan Pekalongan. Memiliki arti luar biasa. Bagaimana tidak disaat pembalap berburu angka 06,9 detik,  kejutan datang dari joki yang tahun ini naik kelas seeded. Gerri Percil dari tim TOP-N Sanjaya  Exhaus tembus  06.890 detik. Memang sich dragbiker sekelas Eko Chodox, Dwi Batang, Hendra Kecil berhalangan hadir, apapun itu lintasan 201m Kota Slawi, Jateng mengukir sejarh baru.

    Mari bicara teknis alias spek yang ada pada tunggangan Gerri Percil. Menggunakan Karburator Keihin PWK 38 Air Strike SUDCO. Karburator dengan venturi besar namun tetap memiliki performa yang maksimal diputaran rendah dengan bantuan Air Striker pada mulut karburator serta putaran atas yang semakin baik. Makin mantap, ketika konteks pencapaian tersebut dapat direalisasi di event-event resmi seri 1 Bintang Samudra Motor Club (BSMC).

    Lalu apa kaitan ruang bakar dengan tenaga? pasti ada dong, besaran ruang bakar ini nantinya akan sangat menentukan dalam tugas menampung emulsi udara-bahan bakar yang sudah dihisap oleh piston kemudian dipadatkan di kubah ini sebelum akhirnya diledakkan busi.

    Pernah dengar orang berkomentar tenaga mesinnya semakin padat, apa pula itu ?. Bisa jadi karena memang combustion chamber dapat dimanfaatkan dengan optimal. Kubah ruang bakar  tentu memiliki volume sendiri, sedangkan kapasitas mesin merupakan volume pembanding. Seberapa banyak volume kapasitas mesin mampu dipadatkan di ruang bakar hingga seper-sekian bagian inilah yang disebut rasio kompresi.

    Kompresi dipatok 14;1 sebuah konsep penting untuk membuat mesin berperforma tinggi. Perlu diingat memang meningkatkan kompresi adalah sebuah cara paling efektif dan mudah untuk meningkatkan keluaran tenaga pada mesin naturally aspirated (non-Turb0). Bahan bakar sendiri menggunakan Avgas (Aviation Gasoline)  bahan bakar minyak khusus yang didisain untuk pesawat terbang dan mobil balap.

    Sebagai pembanding, para tukang korek rival-rivalnya banyak mengadopsi beberapa alternatif final gir seperti gigi 1 (16/30), gigi 2 (19/270, gigi 3 (24), sedangkan 4, 5, 6 standart. Jika dihitung koefisiennya, dijamin Ninja Tune Up tanpa warna  ini punya hasil lebih besar. Mantap! Ditunggu rekor fantastis berikutnya. MR’d.

    KOMENTAR