Home Drag Bike Drag Bike BSMC Seri 2 Banjarnegara 2017: Knalpot Mengikuti Mesin, Bukan Mesin...

    Drag Bike BSMC Seri 2 Banjarnegara 2017: Knalpot Mengikuti Mesin, Bukan Mesin yang Mengikuti Karakter Knalpot

    SHARE

    MESINBALAP.com – Nama Hikmah Motor Pells hadir lagi di Kelas Matik 200 TU. Munculnya di seputar Jateng, tepatnya di Banjarnegara Bintang Samudra Motor Club (BSMC) Seri 2.Tapi ada yang terlewat membuat Mio 200  podium pertama tersebut. Tentu saja bukan factor Febri Jenglot yang notabene lulusan GDS Fun Dragbike. Patinya kehadiran matic karya Pele tersebut diharapkan tidak hanya hadir dievent Kejurda saja.

    Kalau bicara soal kemampuan mesin dibilang merata untuk Kelas Matic 200 saat ini. Lihat saja catatan waktu mereka, itu dengan catatan lho..kondisi lintasan yang bergelombang. Harus diakui juga cara joki bawa tunggannya berpengaruh pada performa motor. Lalu apa kelebihan motor matic tersebut? “Knalpotnya joss”, bisik lulusan UPN Veteran Yogyakarta yang meminta jangan bicara teknis pada motor dulu takutnya salah. OK deh.

    Sekedar pengetahuan saja. Kalau motor 2 langkah itu berbeda jauh dengan motor 4 langkah, meskipun keduanya sudah menggaplikasi knalpot racing. Tenaga yang dimuntahkan berbeda jauh di motor 2 langkah 10% hingga 30% sedangkan motor 4 langkah hanya 5%. Apa sebab?

    Motor dengan 4 langkah Itu bekerja sebanyak empat langkah, yakni Hisap – Kompresi – Usaha – Buang. Letak kehebatan mesin 4 tak ini adalah pada katupnya, sedangkan fungsi knalpot pada jenis motor 4 tak ini hanyalah untuk menurunkan suhu akibat kompresi yang dihasilkan si mesin.

    Jika Anda melakukan penggatian pada knalpot dari standar pabrikan digantikan dengan menggunakan knalpot racing, maka tenaga yang dihasilkan akan meningkat paling hanya 5%. Hal ini juga tergantung dengan lekukan, bentuk dan pipa yang digunakan didalam knalpot tersebut.

    Akan tetapi knalpotnya yang dipakai saat di Drag Bikeknalpotlah  yang mengikuti mesin. Bukan mesin yang mengikuti karakter knalpot. Maksudnya, riset bertahap sehingga ketemu mengankat 5%. Itu sudah gonta-ganti model leher knalpot, ukuran diameter, model kerucut sampai tabung silincer.

    Begitu penjelasan pebalap yang faham dengan mesin ini. Sakses deh kalau begitu. Ngomong-ngomong siapa sich orangnya dan pake knalpot apa? Ah jangan-jangan penulis kenal dengan orangnya. MR’d

    KOMENTAR