Home MotoGP HRC Komentari Soal Permainan Magneti Marelli dengan Ducati di Open Class

    HRC Komentari Soal Permainan Magneti Marelli dengan Ducati di Open Class

    SHARE

    Livio Suppo, HRC
    MESINBALAP.com – Format baru di MotoGP yakni Open class ternyata masih menjadi topik terhangat akhir-akhir ini, terlebih setelah Ducati mengumumkan keikutsertaan mereka di Open class pada Jum’at lalu di Sepang Malaysia. GM Ducati Corse bau Gigi Dall’Igna menjelaskan alasan mereka terjun di kelas baru tersebut adalah tentang kebebasan dalam hal pengembangan mesin.

    Namun prinsipal tim Repsol Honda Livio Suppo yang juga mantan bos Ducati MotoGP, berkomentar bahwa biaya di Open class bisa melambung lebih tinggi dalam waktu dekat. Dan hal itu menurut Suppo bertentangan dengan regulasi Open class yang hemat biaya dan tidak mahal dalam hal pengembangan motor.

    Ducati dengan sokongan Audi pastinya punya biaya lebih gede untuk mengembangkan motor di kelas baru itu, sedangkan tim yang memiliki dana minim kemungkinan klengerr. Campur tangan Magneti Marelli dengan Ducati diduga sangat kuat di Open class, terlebih Corrado Cecchinelli menjadi direktur pengembangan teknologi MotoGP, khususnya soal ECU Magneti Marelli.

    Magneti Marelli ECU

    Sebelum menjadi direktur pengembangan teknologi MotoGP, Corrado Cecchinelli adalah orang nomor dua di Ducati ketika Filippo Preziosi belum dipecat Ducati dan dia juga masih punya hubungan sangat dekat dengan pabrikan asal Italia tersebut. Terlepas dari hal tersebut, Suppo sepertinya curiga dengan penggelontoran software ECU baru dari Magneti Marelli dengan stempel Ducati Motor Holding S.p.A pada hari terakhir tes MotoGP Sepang 2014, hari Jum’at yang lalu.

    Software baru Magneti Marelli dengan stempel Ducati Motor Holding S.p.A itu jauh lebih rumit dibanding software standar Open class yang dipakai tim lainnya, menurut Suppo. Prinsipal tim Repsol Honda tersebut agaknya juga tak percaya jika niat Ducati terjun di Open class hanya untuk mengembangkan motor.

    Garasi Ducati - Tes MotoGP Phillip Island 2014

    Ducati murni menggunakan prototipe pabrikan Desmo GP14 di kelas baru itu dan empat pembalap mereka akan terjun di kelas yang sama. Kembali lagi soal faktor biaya, dengan jatah 12 mesin per musim dan bebas mengembangkan motor sepanjang musim, maka pengembangan motor prototipe di Open class akan membekak. Tapi itu tak masalah buat Ducati yang punya dana jauh lebih gede, tapi bagaimana untuk tim skala kecil?

    Suppo menilai Ducati melakukan segala cara untuk mengejar ketertinggalan mereka dari dua pabrikan Jepang “Yamaha dan Honda” yang bermain di kelas pabrikan. Sehingga mereka memilih terjun di kelas baru itu, mengingat segalanya dibebaskan dalam hal pengembangan. Serta menerima keuntungan 12 mesin/musim/pembalap, 24 liter bahan bakar dan ban belakang berkompon lunak. Syarat wajibnya hanya ECU Magneti Marelli – hardware plus software.

    Andrea Dovizioso - Tes MotoGP Phillip Island 2014

    Jika tertarik, ente juga bisa gabung di kelas baru itu dengan cara: ketik nama jenis kelamin reg Open Class, lalu kirim ke mbah Dorna. :mrgreen:  Maaf banyol dikit biar gak tegang bacanya. Berikut interview Livio Suppo dengan MotoGP.com di sela-sela tes MotoGP Phillip Island.

    “Sebagaimana Honda, posisi ini jelas. Kami memahami bahwa Ducati sedang berada di belakang, sehingga mereka mencoba segalanya untuk mengejar kembali. Yang pasti, aturan Open class memungkinkan mereka bekerja pada mesin sepanjang musim. Ini penting bagi mereka, saya mengerti itu“, ujar Livio Suppo kepada MotoGP.com di Phillip Island Australia.

    “Di sisi lain, kami tidak begitu senang dengan itu. Hanya beberapa hari sebelum pengumuman Ducati terjun ke Open class, (tiba-tiba) ada pengenalan software baru dari Magneti Marelli, yang jauh lebih rumit dibanding standar salah satu (tim) Open class. Saya pikir ini adalah sesuatu yang kita perlu bicarakan.”

    Ducati Desmosedici GP14 - Pramac Racing

    “Di penghujung hari, jika Open class memiliki motor pabrikan (yang berkompetisi di dalamnya), maka itu tidak akan begitu murah. Saya pikir itu adalah tujuan aturan tersebut: untuk menciptakan sebuah kelas yang lebih murah. Jadi saya rasa kita perlu untuk berpikir tentang hal itu.”

    “Kita perlu memahami bersama-sama dengan Dorna dan MSMA, apakah itu jelas bagi semua orang tentang apa tujuan kelas ini. Pemahaman kami (dan saya pikir itu adalah pemahaman setiap orang juga) adalah sebuah kelas yang lebih murah dibandingkan dengan motor pabrikan. Kini dengan penafsiran Ducati, itu tidak (sejalan). Jadi itu hanyalah soal duduk bersama untuk melihat apa yang kita inginkan untuk masa depan.”

    KOMENTAR