Home MotoGP Jelang MotoGP Qatar 2014: Cara Kerja Galbusera Bikin Rossi Sumringah

    Jelang MotoGP Qatar 2014: Cara Kerja Galbusera Bikin Rossi Sumringah

    SHARE

    Valentino Rossi & Silvano Galbusera
    MESINBALAP.comPerpisahan antara Valentino Rossi dengan Jeremy Burgess tahun lalu tentu saja jadi berita menggemparkan. “Silvano Galbusera” seorang kepala mekanik baru yang menemani kiprah Rossi sepanjang musim balap MotoGP tahun ini juga masih perlu dipertanyakan kinerjanya. Tapi tak perlu tanya lagi, lantaran Vale sudah ngomong terus terang bahwa cara kerja Galbusera sangat bagus dan dia mengaku puas sekali.

    Sosok Burgess tentu sulit dilupakan di paddock MotoGP, terlebih dia sudah menemani Rossi sejak debutnya di kelas GP500 pada tahun 2000 silam bersama Nastro Azzurro Honda, kemana pun Rossi pergi selalu diikuti bagaikan bapak dan anak. Kini masanya Galbusera untuk menemani Rossi.

    Cara kerja ajib yang ditawarkan oleh mantan kepala mekanik Yamaha WSBK & WSS ini sudah dibuktikan dengan hasil tes pra-musim yang begitu memukau pada awal tahun ini. Bisa dibilang daya saing Rossi mulai membara sepanjang tes pra-musim MotoGP 2014, termasuk tes Sepang 1, Sepang 2 dan tes ban Phillip Island. Selain bekerja sebagai kepala mekanik di Movistar Yamaha MotoGP, Rossi juga butuh sosok Galbusera sebagai pemberi motivasi baru bagi dirinya agar daya saingnya gak ngedrop.

    “Saya banyak menyukai cara kerja Silvano, saya senang. Saya merasa OK bekerja dengan Jerry (Burgess) tapi saya merasa sangat baik dengan Silvano. Dia bekerja sangat keras dan selalu ingin menemukan sesuatu yang lebih baik. Dia tidak pernah merasa puas. Juga saya senang karena ada suasana yang baik dengan semua mekanik Australia saya, orang-orang awalnya sangat terkejut dengan penggantian Jeremy (dengan kepala mekanik baru). Sekarang mereka merasa baik dengan Silvano dan ini hal penting”, ujar Rossi kepada MCN.

    Galbusera dan Rossi merupakan orang Italia, dan hal itu dianggap sebagai keuntungan bagi Vale. Lantaran dia bisa bicara lebih leluasa dengan chief mekanik baru itu. Jadi masalahnya bisa diutarakan langsung dengan bahasa kampung halamannya, tanpa perlu pakai bahasa Inggris segala. Mencari strategi jitu dan set-up mesin bisa mereka bicarakan secara halus menggunakan bahasa Italia.

    “Berbicara dalam bahasa Italia untuk hal detail adalah penting”, lanjut Rossi.

    Galbusera pun juga punya pendapat yang sama seperti Rossi. Baginya sangat penting bisa bicara dalam bahasa yang sama dengan Valentino Rossi. Mereka kebanyakan menggunakan bahasa Inggris hanya saat berdiskusi dengan orang-orang Yamaha Jepang, selebihnya berdiskusi dengan bahasa Italia.

    “Ada kalanya sangat penting lantaran kami berdiskusi dalam bahasa Inggris karena orang-orang Jepang berada di sana. Tetapi pembahasan final dari detail masalah dapat anda pahami dengan baik dalam bahasa Italia. Komentar terakhir saya pikir sangat penting bisa berbicara dalam bahasa yang sama. Ketika kami berdiskusi, 90% waktu Matteo dilibatkan dan sebaiknya mendengar komentar pembalap, memeriksa data dan mengambil keputusan. Anda dapat melakukan ini lebih cepat dengan berbicara dalam bahasa yang sama”, beber Galbusera.

    Sumber: MCN

    KOMENTAR