Home Balap Motor Dibalik Alasan YIMM, Apakah Mesin DOHC Lawan Dianggap Sebagai Ancaman Serius?

    Dibalik Alasan YIMM, Apakah Mesin DOHC Lawan Dianggap Sebagai Ancaman Serius?

    SHARE

    Yamaha Racing Team - YZF-R15
    MESINBALAP.com – Tentunya keputusan absennya Yamaha Indonesia di gelaran balap Indoprix 150cc meninggalkan berbagai pertanyaan jitu. Bagaimana mungkin pabrikan yang selalu membanggakan ikon motorsportnya tiba-tiba memutuskan absen di sebuah ajang balap sport? Tentu berbagai pertanyaan timbul akibat keputusan tersebut.

    Terlebih aura teknologi MotoGP selalu disuarakan YIMM dalam beberapa tahun terakhir pada beberapa produknya, baik bebek, skutik maupun motorsport. Jurus andalan Yamaha ada di segmen sport, yang saat ini masih mengandalkan penjualan New Vixion Lightning.

    Berbicara tentang mesin SOHC dan DOHC, apakah keganasan mesin DOHC Satria FU dan CB150R StreetFire dianggap sebagai ancaman serius bagi Yamaha? Ini bicara soal balapan 150cc yang efeknya bisa merembet ke area penjualan. Pembicaraan diatas tentunya tak mengesampingkan faktor safety yang dijadikan alasan tim garpu tala.

    Menurut pak Supriyanto selaku Manajer Motosport YIMM, bahwa saat ini hanya sirkuit Sentul dan Binuang yang masuk klasifikasi YIMM. Artinya bagi mereka saat ini hanya dua sirkuit itu yang cocok untuk balapan motorsport, dengan level safety lebih baik tentunya.

    Namun jika memang benar alasannya adalah soal safety, mengapa Yamaha tidak mencoba berpartisipasi di dua sirkuit itu saja atau istilah kerennya turun sebagai wildcard? Jadi gak absen total di balap sport tanah air, lantaran klaim raja motorsport selalu disuarakan mereka.

    Selain itu, agar terbukti pula GAP 6 detik yang diumbar Yamaha beberapa waktu lalu usai gelaran Yamaha Asean Cup Race di Sentul. DOHC vs SOHC – tetap loe jual gue beli atau loe jual gue lari?

    KOMENTAR