Home MotoGP Stoner Kritik Rossi Karena Tinggalkan Ducati

    Stoner Kritik Rossi Karena Tinggalkan Ducati

    SHARE

    Stoner Kritik Rossi Karena Tinggalkan Ducati
    Stoner Kritik Rossi Karena Tinggalkan Ducati

    Mesinbalap.com– Setelah pengumuman hengkangnya Rossi dari Ducati dan kembali ke Yamaha, Stoner langsung menembakkan kritik pedas terhadap pembalap bernomor #46 tersebut. Hampir dua tahun Rossi gagal total di Ducati dan tahun depan dia akan kembali ke Yamaha menjadi rekan setim Jorge Lorenzo untuk kedua kalinya.

    “Saya berpikir bahwa dia makan kue yang cukup rendah pada saat ini”, ujar Stoner. Ketika Rossi memutuskan bergabung bersama Ducati pada akhir 2010 yang lalu, semua orang menganggap bahwa ini adalah era terbaik bagi Ducati. Namun, sayangnya anggapan itu tak menjadi kenyataan dan pembalap berusia 33 tahun tersebut harus menelan ludahnya sendiri dengan kembali ke Yamaha.

    Awalnya Ducati sangat menginginkan Rossi untuk menambah rekor 79 kemenangan mereka di kelas utama sejak dominasi Stoner pada 2007 lalu. Stoner percaya bahwa kembali ke Yamaha adalah salah satu hal yang rendah, meskipun untuk mencoba merebut kembali kejayaan bersama Lorenzo. “Saya hanya merasa sangat kasihan terhadap Ducati karena dia telah pergi dan tidak melakukan apapun selain mengeluhkan motornya.

    “Dan jelas, sekarang mereka memiliki motor yang kompetitif karena dia terus dikalahkan oleh Nicky Hayden dan Hector Barbera dan itu tak perlu dibanggakan. Kami mendengar semua hal tentang bagaimana dia akan memimpin Ducati untuk mendapatkan kejayaan dan kita belum melihat hasil apapun”, Kata Stoner.

    Beberapa pembalap ternama seperti, Loris Capirossi, Marco Melandri dan Nicky Hayden pun bahkan tidak bisa menyamai rekor Stoner di Ducati selama empat tahun. Namun, pada akhir 2010 lalu Rossi sempat mengkritik Stoner dengan mengatakan bahwa mustahil mengukur kinerja Ducati karena dia tidak memberikan upaya maksimum dan telah mendapatkan kontrak besar dari Repsol Honda.

    Bakat alam Rossi dan kepiawaiannya dalam mengembangkan motor dianggap sebagai kombinasi sempurna untuk membuat Desmosedici yang rewel menjadi kompetitor serius bagi pabrikan lainnya. Sayangnya, Rossi hanya mampu memberikan dua kali podium bagi Ducati dan bahkan sangat jauh dari prestasi Stoner di Ducati selama empat tahun.

    Stoner juga menambahkan, “Mereka memakan perkataan mereka sendiri sejak awal. Burgess mengatakan bahwa membutuhkan waktu 80 detik untuk memperbaiki motor dan itu adalah masalah yang sederhana dan sekarang hampir dua tahun mereka belum memberikan jalan keluar. Saya merasa kasihan terhadap orang yang berada di balik motor tersebut.”

    Awalnya Rossi dan Burgess bersikukuh bahwa mereka bisa memperbaiki problem lama Ducati yaitu front-end yang sering dieluhkan Stoner di Ducati. Namun, ternyata mereka tak mampu membuktikannya. “Jelas, Valentino tidak ingin memaksakan batas dan menggunakan motor yang tidak sempurna. Dia telah mengakui itu. Tuhan tahu seberapa bagus motor itu.”

    “Jelas, dia tidak ingin berusaha maksimal dengan Ducati. Hal ini mengecewakan karena mereka melakukan semua yang mereka bisa dan dia bahkan belum mencoba untuk mendapatkan yang terbaik dari itu. Tampak jelas bahwa dia tidak bisa menang bersama Ducati dan membuatnya menjadi kompetitif, sehingga dia memilih untuk mencari jalan keluar pilihan pertama.”

    “Dia mengatakan jika dia ingin mengakhiri karirnya bersama mereka (Ducati) dan sekarang dia ingin pindah. Ada pembalap tertentu di paddock yang telah menganggap diri mereka sebagai pembalap pengetes yang dapat memimpin pabrikan ke arah yang benar dan Valentino telah membuktikan bahwa dirinya tidak bisa dengan Ducati.”

    “Hal ini jelas jika dia hanya membutuhkan sebuah motor yang sangat bagus untuk bisa menang. Dia harus tetap bersama Ducati karena baru-baru ini dia menggunakan “let’s stick together” di helm AVG-nya edisi khusus di Mugello. Berapa kali lipat orang yang sudah termakan ucapannya yang sama sekali tidak lucu tetapi orang masih memaafkannya untuk itu,” tutup Stoner.

    KOMENTAR