Home MotoGP Marquez Akui Terinspirasi Dari Gaya Balapnya Rossi

    Marquez Akui Terinspirasi Dari Gaya Balapnya Rossi

    SHARE

    Marquez Asapi Lorenzo di Jerez
    Marquez Asapi Lorenzo di Jerez

    Jerez – Marq Marquez yang baru saja memenangi race Jerez kemarin mengungkapkan bahwa dirinya mengovertake Lorenzo karena terinspirasi dari gaya balap Valentino Rossi. Dalam tiga seri balap terakhir, si Alien 99 ini nyaris tampil cukup sempurna bagaikan seorang pembalap profesional MotoGP yang memiliki segudang pengalaman.

    Lorenzo boleh marah dan tak terima atas kekalahan-nya, tetapi bagaimanapun pembalap Yamaha tersebut mungkin benar-benar tak menyadari jika dirinya melakukan kesalahan tepatnya ditikungan terakhir menjelang finish (saat race berlangsung). Racing line melebar, yang otomatis memberikan kesempatan bagi pembalap dibelakangnya.

    “Saya pikir Marquez tertinggal jauh di belakang, sehingga saya tidak mengambil jalur defensis. Aku “panas” (marah) setelah kehilangan posisi kedua di tikungan terakhir. Jadi, lebih baik untuk tidak berkata lagi”, kata Lorenzo sambil radak sewot kepada salah satu wartawan MotoGP.

    Battle seperti ini tentu bukan pertama kalinya dalam sejarah, terlebih sirkuit Jerez telah merekam tragedi serupa sejak era Mich Doohan dan Alex Criville pada tahun 1996. Dan juga, yang tak terlupakan bagi kita adalah era Valentino Rossi ketika mengovertake Sete Gibernau pada tahun 2005.

    Yang pada akhirnya membuat pembalap Movistar Honda tersebut tersungkur keluar jalur balap dengan cukup tragis, nyaris lebih tragis ya daripada tragedi “Jorge Lorenzo Corner” kemarin. Sementara Rossi dengan lega-nya bisa finish diatas motor Yamaha YZR-M1 yang kata-nya adalah motor tukang sayur pada era tahun 2000 keatas.

    Foto Lorenzo Lagi Ngambek di JerezMarquez juga mengakui bahwa mungkin dia akan marah ketika hal serupa terjadi pada dirinya, tetapi apa boleh buat dah namanya motor balap pasti gak ada klakson-nya. :D Hihihihi…

    “Tentu saja aku akan marah. Aku lebih muda dari Jorge dan mungkin aku juga akan menjadi ‘panas’. Jika tidak mengovertake saat itu, karena saya kehilangan satu tempat, saya pikir itu akan membuat saya lebih marah daripada mengovertake”, kata Marquez dengan jujur.

    “Saya melihat dia membuka celah dan aku pergi memasukinya. Di masa lalu, banyak overtake yang sangat mirip. Bagi saya itu hanya balapan. Saya hanya mencoba untuk melakukan 100 persen yang saya bisa. Lap terakhir, tikungan terakhir.

    Jika seseorang melakukan hal itu kepada saya, tentu saya akan marah karena saya kehilangan satu posisi. Saya melihat banyak sekali di video, anda dapat mengovertake di tikungan terakhir. Aku ingat Valentino dan masih banyak pembalap lainnya. Aku hanya mencoba untuk melakukan hal yang sama”, tutup Marquez.

    KOMENTAR